Paket Umroh Terbaru

Travel Umroh Resmi Depag RI

Promo Paket Umroh Murah 2017

Paket Umroh Maret 2017

Paket Umroh April 2017

Biaya Umroh Mei 2017

Situs Resmi Umroh Ramadhan

 

 

banner_rekening al hijaz.png banner_al haromal hijaz umro depag.jpg banner_mubarak Plaza umroh depag.jpg banner_muhtara international umroh depag.jpg banner_pull man umrohdepag.jpg banner_umroh-langsung-madinah.png banner_ROMBONGAN UMROH AL HIJAZ 17 DES 16.jpg

TRAVEL UMROH MEI TAHUN 2015 BOGOR

travel umroh mei tahun 2015 bogor, Kami adalah travel yang meladeni dan umroh setiap bulan dengan nyaman, travel umroh mei tahun

travel umroh mei tahun 2015 bogor, umroh aman adalah solusi untuk sayaat ini bukan umroh murah yang kenyataan nya banyak keberangkatan di batalkan. Pilih umroh dengan izin umroh agar lebih terjamin travel umroh mei

travel umroh mei tahun 2015 bogor


JAKARTA, Sako-Indonesia.com - Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) meluncurkan domain tingkat dua (DTD) baru “desa.id” pada 1 Mei 2013. Domain ini akan digunakan oleh entitas desa yang selama ini belum memiliki domain internet sendiri. Ketua Umum PANDI, Andi Budimansyah mengatakan, domain desa.id merupakan usulan murni dari masyarakat yang diajukan kepada PANDI. “Kami mendorong sepenuhnya keterlibatan publik dalam pengambilan kebijakan pengelolaan domain .id,” ujar Andi dalam siaran pers yang diterima KompasTekno. Domain desa.id diusulkan oleh Relawan Pemberdayaan Desa Nusantara (RPDN) dan Gerakan Desa Membangun (GDM). Usulan ini diajukan karena desa sebagai satuan pemerintahan terkecil tidak dapat menggunakan domain go.id. “Menurut peraturan menteri yang berlaku sekarang, domain go.id hanya dapat digunakan hingga level kabupaten atau kota,” jelas Andi. Bayu Setyo Nugroho, Kepala Desa Dermaji, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah menyambut peluncuran domain desa.id. Bayu adalah aktvis GDM yang memaparkan usulan domain desa.id pada Diskusi Umum terbuka PANDI 12 Februari 2013 lalu. “Saya berharap dirilisnya desa.id  akan mendorong penguatan desa sebagai sebuah komunitas,” ujarnya. Sebelum merilis domain desa.id, PANDI melakukan tahapan pra-registrasi pada 15 sampai 27 April 2013. Pra-registrasi menjamin semua desa memiliki kesempatan yang sama untuk mendaftarkan sebuah nama domain sebelum diberlakukan prinsip pendaftar pertama atau yang biasa disebut sebagai first come first serve. Pada masa pra-registrasi tercatat 32 desa dari seluruh Indonesia melakukan pendaftaran. Provinsi yang paling banyak melakukan pendaftaran adalah Jawa Tengah, diikuti Jawa Barat, Riau, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Jambi. Sejak 1 Mei 2013, domain desa.id dapat didaftarkan oleh kepala desa atau sekretaris desa yang bersangkutan. Domain desa.id diharapkan mampu mendukung pengembangan konten internet Indonesia dari wilayah perdesaan. “Ini sejalan dengan program pemerintah untuk mengembangkan internet ke wilayah perdesaan. Kami berharap akan muncul konten-konten khas yang berbeda dengan konten saat ini yang didominasi perkotaan,” tutup Andi.   Editor:Maulana Lee Sumber:KOMPAS.com
Pemilik travel PT Borgo Kelana Tour Travel (BKTT), Hj Qhudari telah dilaporkan oleh Polresta Banda Aceh, Senin (17/3). Laporan yang telah diterima dalam ruangan SPKT tersebut atas dugaan penggelapan dana biaya umroh yang telah disetor sejak tahun lalu yang direncanakan akan berangkat pada bulan Juni 2013. Salah seorang korban warga desa Seutui, Banda Aceh, Indiani juga mengaku merasa dirugikan atas perbuatan travel tersebut. Karena telah menyetor sejumlah uang, namun tidak ada kepastian jadwal keberangkatan untuk umrah sampai saat ini. "Padahal saya sudah setor uang sebanyak Rp 49 juta untuk biaya umrah pada tanggal 26 April 2013 lalu ," kata Indiani pada wartawan. Menurut Indiani, pihak travel telah menunda keberangkatan pada bulan Juni 2013, namun mereka malah kembali meminta dana tambahan sebanyak Rp 20 juta. Padahal kenyataannya juga tidak ada kejelasan untuk jadwal keberangkatannya. Oleh karena itu, Indiani telah melaporkan kasus ini pada polisi agar bisa mengusut penipuan tersebut. Apa lagi pihak travel juga pernah berjanji untuk dapat mengembalikan segala kerugian Indiani sebanyak Rp 60,5 juta pada akhir Desember 2013. "Setelah janji Desember 2013, lalu kembali minta tunda Maret tahun ini (2014), dan telah saya ingatkan melalui sms pada Ibu Qhudari, tapi tidak ada jawaban pasti," ujarnya. Indiani memang tidak menampik ada yang sudah dibayar oleh Qhudari, namun yang baru dibayar sebanyak Rp 3 juta dan masih tersisa sebanyak Rp 57,5 juta yang belum dilunasi. Dan Indiani mengaku sudah pernah meminta dikembalikan secara baik-baik secara kekeluargaan, tetapi tidak ada respon positif. "Saya juga menduga ada banyak korban lain yang sama dengan saya, ini saya lihat waktu periksa kesehatan, banyak orang tes kesehatan, saya perkirakan ada ratusan orang," tutupnya. Qhudari selain pimpinan BKTT, saat ini juga diketahui maju sebagai Calon Anggota Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten/Kota (DPRK) Lhokseumawe, Aceh melalui Partai