Paket Umroh Terbaru

Travel Umroh Resmi Depag RI

Promo Paket Umroh Murah 2017

Paket Umroh Maret 2017

Paket Umroh April 2017

Biaya Umroh Mei 2017

Situs Resmi Umroh Ramadhan

 

 

banner_rekening al hijaz.png banner_al haromal hijaz umro depag.jpg banner_mubarak Plaza umroh depag.jpg banner_muhtara international umroh depag.jpg banner_pull man umrohdepag.jpg banner_umroh-langsung-madinah.png banner_ROMBONGAN UMROH AL HIJAZ 17 DES 16.jpg

TRAVEL UMROH MEI TAHUN 2015 BEKASI

travel umroh mei tahun 2015 bekasi, Kami travel nan meladeni dan mengirim umroh setiap bulan dengan resmi, travel umroh mei tahun

travel umroh mei tahun 2015 bekasi, umroh aman adalah solusi untuk sayaat ini bukan umroh murah yang kenyataan nya banyak keberangkatan di batalkan. Pilih umroh dengan izin umroh agar lebih terjamin travel umroh mei

travel umroh mei tahun 2015 bekasi


saco-indonesia.com, Kagagalan 1 Kunci Keberhasilan,  Kemunduran 1 Tanda Kekalahan
saco-indonesia.com, Koordinator Investigasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Uchok Sky Khadafi, telah mendesak agar Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Agama M Jasin, untuk segera memperjelas identitas oknum pejabat Kemenag yang telah melakukan korupsi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Hal ini dimaksudkan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lebih mudah untuk mengusut kasus tersebut.     “Jasin harus memperjelas siapa oknum pejabat Kemenag. Kalau oknum tersebut eselonnya rendahan tidak akan sampai pada atasan yang paling tinggi,” kata Uchok.   Yang jelas, kata Uchok, oknum ini akan juga dikorbankan sebagai tumbal pencitraan seolah-olah untuk dapat memperbaiki sistem pengelolaan dana haji.   “Kalau eselon rendahan yang akan dikorbankan, dia dituduh korup, maka persoalan ini tidak akan memperbaiki dalam sistem dana haji. Tetapi hanya menyelamatkan orang-orang yang punya jabatan tinggi,” ujarnya.   Sebelumnya, Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Agama yang juga mantan Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan, M Jasin juga mengakui ada oknum pejabat Kemenag yang melakukan korupsi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) untuk membeli rumah dan mobil mewah.   "Ada beberapa orang di Kemenag yang mengambil uang BPIH dan jumlahnya cukup besar. Bahkan ada seorang staf yang melakukan korupsi dan uangnya dipakai untuk beli mobil dan rumah," kata M Jasin. Editor : Dian Sukmawati