Paket Umroh Terbaru

Travel Umroh Resmi Depag RI

Promo Paket Umroh Murah 2017

Paket Umroh Maret 2017

Paket Umroh April 2017

Biaya Umroh Mei 2017

Situs Resmi Umroh Ramadhan

 

 

banner_rekening al hijaz.png banner_al haromal hijaz umro depag.jpg banner_mubarak Plaza umroh depag.jpg banner_muhtara international umroh depag.jpg banner_pull man umrohdepag.jpg banner_umroh-langsung-madinah.png banner_ROMBONGAN UMROH AL HIJAZ 17 DES 16.jpg

TRAVEL UMROH MEI 2015 JAKARTA UTARA

travel umroh mei 2015 jakarta utara, Kami sama dengan travel yg menerima dan umroh setiap bulan dengan , travel umroh mei 2015

travel umroh mei 2015 jakarta utara, umroh aman adalah solusi untuk sayaat ini bukan umroh murah yang kenyataan nya banyak keberangkatan di batalkan. Pilih umroh dengan izin umroh agar lebih terjamin travel umroh mei

travel al hijaz travel umroh resmi depag wa 082114202323 menggunakan pesawat Garuda, Saudi airline, turkies airline.paket umroh maret 2016, harga umroh april 2016 , paket umroh ramadhan 2016 hub 081316900423, umroh maret 2016, umroh april 2016, umroh plus turki, program umroh 12 hari hub 081316900423, tata cara umroh, haji plus

travel umroh mei 2015 jakarta utara


saco-indonesia.com, Kanker Payudara juga merupakan penyakit yang dapat disebabkan oleh sel ganas (kanker) yang tumbuh pada jaringan payudara. Sel-sel ini biasanya akan muncul pada saluran atau lobula di payudara. Sel-sel kanker ini juga dapat menyebar di antara jaringan atau organ yang ada dan ke bagian tubuh lainnya. Seberapa umumkah Kanker Payudara? Kanker Payudara juga merupakan penyebab kematian kedua terbesar bagi wanita saat ini. Di Singapura, 1 dari 16 wanita akan terdiagnosa mengidap kanker payudara dalam masa hidupnya. Wanita etnis Cina telah memiliki resiko yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan etnis Melayu atau India sekitar 10% hingga 20%. Kasus tertinggi telah terjadi pada kelompok umur 55-59 tahun. Resiko terkena kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia. Kabar baiknya sekarang adalah banyak wanita kini mampu untuk melawan kanker payudara karena telah melakukan pendeteksian dini serta peningkatan kualitas pengobatan. Apa Penyebabnya? Faktor pemicu kanker ini belum dapat diketahui. Namun hal ini juga bisa ditelusuri dari sejarah keluarga yang telah mengidap kanker payudara, siklus menstruasi dini, atau kemungkinan faktor resiko lainnya. Karena begitu sulit untuk dapat dipastikan, masing-masing kita telah memiliki resiko terkena kanker payudara, khususnya saat kita berusia 40 tahun atau lebih. Walaupun faktor penyebabnya masih tidak diketahui, akan tetapi penyembuhan total sangat dimungkinkan dengan pendeteksian dini melalui pemeriksaan payudara secara reguler.   Diagnosa & Pemeriksaan Bagaimana cara mendiagnosa? Pemeriksaan Klinis – Khususnya bila benjolan, keluarnya cairan dari puting, atau perubahan payudara yang tidak biasa terjadi. Mamogram – Metode ini juga dapat mendeteksi perubahan seperti kepadatan yang tidak normal atau terjadinya deposit kalsium. Ultrasound Scan – Metode ini juga digunakan untuk dapat mendeteksi pada area khusus yang telah ditemukan dalam pemeriksaan mamogram atau dapat dilakukan untuk dapat mendeteksi kondisi abnormal yang tidak terlihat pada mamogram. Sebuah ultrasound scan juga dapat membedakan antara massa yang solid, yang kemungkinan kanker, atau kista yang berisi cairan yang biasanya bukan merupakan kanker. Magnetic Resonance Imaging, MRI – Pada beberapa kasus, pasien harus menjalani sken MRI untuk dapat memperoleh hasil pemeriksaan yang lebih jelas pada area yang diduga terkena kanker. Metode ini juga sangat berguna bagi wanita yang berusia muda karena pada usianya mereka memiliki kepadatan jaringan payudara yang lebih besar dan tes visual konvensional seperti mamogram ataupun ultrasound menjadi kurang sensitif dan spesifik untuk mendeteksi kanker payudara.            Apa itu Biopsi?            Teknik biopsi umum Untuk dapat memastikan kanker payudara, sebuah biopsi harus dilakukan di mana bagian dari jaringan sel yang diduga kanker diangkat dan diperiksa dengan mikroskop.                Aspirasi Jarum Halus (FNA)     Biopsi Jarum Inti (Core Needle) atau Biopsi Tru-cut     Biopsi Eksisi (Excision Biopsy)   Bagaimana Kanker Payudara diperiksa? A. TAHAPAN/LUAS PENYEBARAN       TAHAPAN     LUAS PENYEBARAN     TINGKAT RATA-RATA KESELAMATAN PADA MASA 5-TAHUNAN(%)       0     Kanker non-invasif     99       I     Kanker invasif kecil (kurang dari 2 cm tanpa penyebaran ke arah kelenjar getah bening aksila)     90       II      Kanker invasif (antara 2-5cm atau/dengan penyebaran pada kelenjar getah bening)     70       III     Kanker invasif besar (lebih dari 5cm dengan penyebaran pada kulit atau beberapa kelenjar getah bening)     40       IV      Penyebaran yang luas atau Kanker metastatis     20 B. KARAKTERISTIK KANKER PAYUDARA YANG BERDAMPAK PADA KAMBUH DAN KESELAMATAN Tingkat Histologis Tumor Merujuk pada seberapa banyak sel tumor yang telah memiliki kemiripan dengan sel normal dilihat dari mikroskop; skala tingkat 1 sampai dengan 3. Tumor tingkat 3 mengandung sel kanker yang sangat abnormal dan tumbuh pesat. Semakin tinggi tingkat histologis tumor, semakin besar resiko kanker payudara kembali.            Kelenjar Getah Bening Jumlah kelenjar getah bening yang berada di ketiak, di sisi yang sama pada payudara yang terkena kanker, bisa jadi indikator penting. Semakin besar jumlah kelenjar yang positif diasosiasikan dengan kemungkinan terburuk dan merujuk kepada perawatan dan pengobatan yang lebih agresif.              Ukuran Tumor Secara umum, semakin besar ukuran tumor, semakin besar kemungkinan untuk kanker payudara kembali menyerang.            ER/PR Sekitar duapertiga dari semua kanker payudara telah memiliki tingkat esterogen yang signifikan dan/atau reseptor progesteron. Mereka dirujuk sebagai tumor reseptor esterogen positif (ER+). Tumor ER+ cenderung tumbuh kurang agresif dan dapat diobati dengan pengobatan menggunakan hormon.              HER2/erbB2 HER2 adalah sebuah protein yang telah ditemukan pada permukaan dari sel kanker tertentu. Sebuah tumor juga dapat digambarkan sebagai HER2-positif apabila tumor tersebut telah memiliki lebih banyak reseptor HER2 dibanding dengan yang lain. Sekitar 20-25% dari semua kanker payudara memiliki tumor dengan label HER2-positif. Tumors HER2-positif cenderung tumbuh lebih cepat daripada jenis-jenis kanker payudara lainnya. Dengan mengetahui apakah sebuah kanker adalah HER2-positif dapat mempengaruhi pilihan pengobatan yang dapat diambil, karena wanita dengan tumor sejenis ini dapat diuntungkan dengan obat yang disebut trastuzumab (Herceptin®).   Pengobatan & Perawatan Bagaimana kanker payudara diobati? Pilihan pengobatan dan prognosis (peluang kesembuhan) tergantung dari tahapan kanker (apakah kanker tersebut hanya ada di payudara atau sudah menyebar ke bagian tubuh lainnya), tipe kanker payudara, karakteristik dari sel kanker dan apakah kanker tersebut ditemukan pada sisi payudara yang lain. Usia seorang wanita, status menopausal (apakah wanita tersebut masih memiliki siklus haid) dan kondisi kesehatan umumnya juga dapat mempengaruhi pilihan pengobatan dan prognosis.   Bedah Pembedahan adalah umum untuk mengangkat kanker. Beberapa bentuk prosedur bedah termasuk: 1)    Bedah dengan mempertahankan payudara     Lumpektomi atau Wide Local Excision – pengangkatan kanker dan sedikit jaringan di sekitarnya.     Quadrantektomi – pengangkatan kanker dengan mengangkat lebih banyak jaringan disekitarnya dibandingkan dengan lumpektomi. Untuk prosedur quadrantektomi, seperempat bagian dari payudara diangkat. 2)    Mastektomi – pengangkatan seluruh bagian payudara dengan atau tanpa jaringan kelenjar getah bening di bawah aksila.   3)    Saat bedah payudara, beberapa sel kelenjar getah bening di bawah ketiak juga akan diambil untuk pemeriksaan.   Terapi Sistemik     Kemoterapi     Terapi Hormon     Herceptin®              Radioterapi Radioterapi dengan menggunakan sinar berenergi tinggi yang ditargetkan untuk dapat membunuh sel-sel kanker. Tujuannya adalah untuk dapat membunuh sel kanker yang mungkin tersisa di sekitar payudara. Radioterapi sangatlah vital setelah prosedur bedah yang mempertahankan payudara, seperti lumpektomi, karena sebagian besar jaringan payudara dibiarkan utuh. Terapi ini juga akan mengurangi kemungkinan kembalinya kanker payudara. Pada umumnya, wanita yang telah menjalani prosedur masektomi tidak memerlukan radioterapi. Akan tetapi, untuk beberapa kasus, prosedur ini perlu dilakukan untuk dapat merawat dinding dada dan kelenjar getah bening yang ada pada ketiak, bila resiko kembalinya kanker secara lokal masih tinggi. Editor : dian sukmawati
saco-indonesia.com, Sebaran debu vulkanik akibat dari letusan Gunung Kelud di Kediri, Jawa Timur, telah melanda hampir semua wilayah di Pulau Garam, Madura sejak Jumat pagi. Masyarakat pun telah diminta untuk menggunakan masker. "Kami juga sudah menyampaikan imbauan terbuka kepada masyarakat agar menggunakan masker, karena jika debu dihirup berpotensi menimbulkan penyakit sesak napas," kata Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Pamekasan Ismail Bey, seperti dikutip Antara, Jumat (14/2). Di Pamekasan sebaran debu akibat letusan Gunung Kelud telah menyebabkan aktivitas warga terganggu. Mereka terpaksa menggunakan masker, baik di rumah maupun dalam menjalankan aktivitas di luar rumah. Debu akibat letusan gunung dengan ketinggian 1.730 mdpl yang telah terletak di Kediri Jawa Timur tidak hanya terjadi di pusat kota saja, akan tetapi juga merata hingga di perdesaan. "Sejak subuh tadi awan di daerah saya telah terlihat seperti kabut, ternyata semua kaca berdebu," kata warga Desa Gagah, Kecamatan Kadur, Sahama. Tidak hanya di Pamekasan saja , hal yang sama juga telah terjadi di Kabupaten Sampang, Bangkalan dan Kabupaten Sumenep. Masyarakat di tiga kabupaten ini juga banyak yang menggunakan masker baik yang beraktivitas di ruang terbuka, maupun di perkantoran. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mencatat, Erupsi pertama Gunung Kelud tercatat terjadi pada Kamis malam (13/2) pukul 22.50 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Kegempaan (PVMBG) telah menyebutkan erupsi terjadi hingga mencapai 17 km ke atas dan abu vulkanik menyebar di Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, hingga Nusa Tenggara Barat.