Paket Umroh Terbaru

Travel Umroh Resmi Depag RI

Promo Paket Umroh Murah 2017

Paket Umroh Maret 2017

Paket Umroh April 2017

Biaya Umroh Mei 2017

Situs Resmi Umroh Ramadhan

 

 

banner_rekening al hijaz.png banner_al haromal hijaz umro depag.jpg banner_mubarak Plaza umroh depag.jpg banner_muhtara international umroh depag.jpg banner_pull man umrohdepag.jpg banner_umroh-langsung-madinah.png banner_ROMBONGAN UMROH AL HIJAZ 17 DES 16.jpg

TRAVEL UMROH MEI 2015 JAKARTA SELATAN

travel umroh mei 2015 jakarta selatan, Kami yaitu travel meladeni dan berangkat umroh setiap bulan dengan legal, travel umroh mei 2015

travel umroh mei 2015 jakarta selatan, umroh aman adalah solusi untuk sayaat ini bukan umroh murah yang kenyataan nya banyak keberangkatan di batalkan. Pilih umroh dengan izin umroh agar lebih terjamin travel umroh mei

travel al hijaz travel umroh resmi depag wa 082114202323 menggunakan pesawat Garuda, Saudi airline, turkies airline.paket umroh maret 2016, harga umroh april 2016 , paket umroh ramadhan 2016 hub 081316900423, umroh maret 2016, umroh april 2016, umroh plus turki, program umroh 12 hari hub 081316900423

travel umroh mei 2015 jakarta selatan


saco-indonesia.com, Kakek yang berusia 72 tahun, Robertus Hardjo Santoso, warga Desa Mojowangi, Kecamatan Mojowarno, Jombang, Jawa Timur tewas ditembak oleh polisi. Lelaki yang berusia 72 tahun itu tewas terkena peluru anggota Satreskoba Polres Jombang, Briptu Sofyan yang berusia (27) tahun , yang juga merupakan tetangga korban, yang telah meletus tanpa sengaja. Menurut Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Awi Setiyono, peristiwa itu telah terjadi pada Rabu (25/12) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu Robertus dan Briptu Sofyan serta satu orang rekannya bertemu di Kafe 88 Desa Mojowangi dan mereka duduk satu meja. Namun, secara tiba-tiba, pistol jenis revolver milik Briptu Sofyan yang telah diletakkan di atas meja meletus dan mengenai leher Robertus. Usai kejadian tersebut, korban juga sempat dilarikan ke Rumah Sakit Kristen (RSK) Mojowarno, yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian tersebut . Kemudian, korban yang dirujuk ke RS Bhayangkara, Polda Jawa Timur dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Hingga kini, polisi juga masih menyelidiki penyebab meletusnya peluru milik Briptu Sofyan tersebut. Polda Jawa Timur juga mengaku masih harus menelusuri kejadian di malam Natal itu, apakah ada unsur kesengajaan atau karena kelalaian si pemilik pistol. "Terkait apakah ada unsur kesengajaan, masih harus dibuktikan terlebih dahulu. Sejauh ini, bersangkutan (Briptu Sofyan) juga mengaku kalau pistolnya tidak sengaja terjatuh," sambung perwira dengan tiga melati di pundak itu. Selain itu, Awi juga menegaskan, kalau dua orang tersangka Briptu Sofyan dan rekannya Teguh Jatmiko itu, akan dijerat dengan Pasal 338 dan 359 KUHP tentang pembunuhan serta kealpaan yang telah mengakibatkan orang lain meninggal. Tak hanya itu saja , keduanya juga bisa dikenakan pasal tambahan, yaitu Pasal 56 KUHP, yaitu membantu atau menyediakan sarana untuk dapat melakukan kejahatan. Sementara tentang pelanggaran disiplin, kata Awi, arahnya sudah sangat jelas. "Sekali lagi ditegaskan, kita juga masih butuh pendalaman serta pembuktian. Namun, sebagai anggota polisi, dia dalam keadaan pengaruh miras di sebuah kafe dan sembarangan membawa senjatanya, hingga mengakibatkan orang lain meninggal dunia." katanya. Apalagi, masih kata dia, peristiwa itu telah terjadi pada malam Natal dan yang bersangkutan seharusnya bertugas untuk dapat melakukan pengamanan Natal dalam Ops Lilin Semeru 2013. Sedangkan untuk dapat membuktikan kesalahan kedua tersangka itu, Awi juga mengaku, kalau pihaknya kina sudah memeriksa tujuh orang saksi, termasuk dua tersangka. "Selain itu, Polda Jatim juga masih harus menunggu hasil autopsi terhadap jenazah korban dari dokter forensik," tandas Awi. Menurut mantan Wadirlantas Polda Jawa Timur itu, jika nantinya kasus pidan Briptu Sofyan sudah incraht, dan divonis hukuman penjara selama tiga bulan penjara atau lebih, maka sangat mungkin dikenakan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). "Nanti akan digelar sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP). Jika dalam kasus pidananya kena hukuman lebih dari tiga bulan, bisa saja direkomendasi PTDH dalam sidangnya," tegas Awi. Editor : Dian Sukmawati
TUBAN, Saco-Indonesia.com-  Kepolisian Resor Tuban Rabu (1/5/2013) sekitar pukul 10.00 mengamankan truk tangki milik PT MKP bernomor polisi L 8095 RQ berisi 8.000 ton solar di area Pondok Pesantren "NM" di Kaligede, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Solar itu diperkirakan akan dikirim untuk kebutuhan industri. Truk itu ditinggalkan sopirnya saat ketahuan petugas kepolisian. Sebelum diamankan, truk itu mengisi solar dari ponpes dan solarnya akan mengirim solar ke sejumlah industri. Saat truk keluar ponpes ketahuan petugas kepolisian. Sopir truk membawa truk ke gang buntu lalu kabur sebelum ditangkap. Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Tuban, Ajun Komisaris Wahyu Hidayat menjelaskan polisi tidak mengamankan pengasuh ponpes NH (53) atau memasuki area ponpes untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Polisi hanya mengamankan satu truk tangki berisi 8.000 ton solar bersubsidi. "Yang pasti truk tangki itu mengambil solar dari ponpes," katanya. Diperkirakan ponpes menampung solar dari penambang minyak tradisional di Wonocolo Bojonegoro dan membeli dalam solar jeriken dari sejumlah SPBU. Lalu solar ditambung dalam puluhan jeriken jumbo. Selanjutnya mobil tangki mengambil solar yang ditampung di area ponpes. Sumber:KOMPAS.com   Editor :Maulana Lee