Paket Umroh Terbaru

Travel Umroh Resmi Depag RI

Promo Paket Umroh Murah 2017

Paket Umroh Maret 2017

Paket Umroh April 2017

Biaya Umroh Mei 2017

Situs Resmi Umroh Ramadhan

 

 

banner_rekening al hijaz.png banner_al haromal hijaz umro depag.jpg banner_mubarak Plaza umroh depag.jpg banner_muhtara international umroh depag.jpg banner_pull man umrohdepag.jpg banner_umroh-langsung-madinah.png banner_ROMBONGAN UMROH AL HIJAZ 17 DES 16.jpg

TRAVEL UMROH BULAN RAMADHAN JAKARTA BARAT

travel umroh bulan ramadhan jakarta barat, Kami adalah travel nan meladeni dan berangkat umroh setiap bulan dengan nyaman, travel umroh bulan ramadhan

travel umroh bulan ramadhan jakarta barat, umroh aman adalah solusi untuk sayaat ini bukan umroh murah yang kenyataan nya banyak keberangkatan di batalkan. Pilih umroh dengan izin umroh agar lebih terjamin travel umroh bulan

travel umroh bulan ramadhan jakarta barat


saco-indonesia.com, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar, telah dihadirkan di sidang kasus penanganan sengketa Pemilihan Kepala Daerah Gunung Mas, Kalimantan Tengah, dengan terdakwa anggota DPR Chairun Nisa, Bupati Gunung Mas, Hambit Bintih, dan pengusaha Cornelis Nalau. Hambit telah memberi kesaksian berbelit ihwal tuduhan menerima uang Rp3 miliar dari Chairun Nisa demi untuk memenangkan Hambit sebagai Bupati Gunung Mas. Dalam persidangan itu, Jaksa telah mencecar Akil Mochtar dengan banyak pertanyaan mematikan. Namun, Akil juga mematahkan pertanyaan Jaksa dengan banyak berkelit. Sebagai contoh, ketika Jaksa telah mengkonfirmasi ihwal SMS Chairun Nisa kepada Akil soal tiga ton emas. Akil telah menjawab bahwa tiga ton itu hanya sekadar bergurau. "Itu hanya bergurau," kata Akil di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (30/1/2014). Awalnya Akil berkelit maksud tiga ton emas yang telah diminta kepada Chairun Nisa. Namun, begitu jaksa mendesak terus-terusan soal arti tiga ton emas itu akhirnya Akil mengaku bahwa tiga ton emas itu artinya uang Rp3 miliar. "Itu konteks Rp3 miliar. Tapi saya tidak tahu itu buat apa," ujar kilahnya. Editor : Dian Sukmawati
saco-indonesia.com, Mantan Ketua Umum Pengurus BesaNahdatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi telah menutup Sarasehan Nasional Ulama Pesantren dan Cendikiawan di Depok, Jawa Barat. Kegiatan yang akan digelar selama tiga hari tersebut sedikitnyakan dihadiri oleh sederetan tokoh besar yakni Mahfud MD, Jusuf Kalla, Djan Farid, Marzuki Alie, Ahmad Heryawan, dan Jimly Asshidiqi. Hasyim juga dapat menyimpulkan di depan 300 ulama agar bersama-sama merenungkan selama 15 tahun masa reformasi, sisi mana yang belum tercapai dan sudah tercapai. Menjelang Pemilu 2014, kata dia, banyak hal yang telah menjurus kepada kecurangan dan manipulasi sehingga harus diatasi. "Jika tidak, maka akan terjadi konflik setelah pemilu dan mengancam keselamatan rakyat," ungkapnya dalam sambutannya, Minggu (09/02/2014). Sementara itu, lanjut Hasyim, terkait dalam gerakan pemberantasan korupsi yang terus akan dilakukan oleh KPK tentu harus didukung masyarakat. Namun akan lebih efektif jika gerakan anti korupsi berubah menjadi gerakan nasional. "Tak cukup diserahkan pada komisi, tetapi harus didukung gerakan nasional. Harus bertahap seperti negara lain yg berhasil. KPK jadi trigger atau pemicu awal. Dan negara ini perlu ulama, karena itu ulama agar tak tergerus keadaan, peran ulama penting di tengah kegoncangan keadaan," tegasnya. Sementara itu salah satu narasumber Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan juga mengatakan bahwa Islam mewarnai kehidupan sebagai sumber nilai. Umatnya pun harus paling canggih. "Sumber daya alam banyak diberikan kepada kita, tetapi akan berarti lebih harus ada pengelola handal menguasai ilmu dan teknologi, saat ini banyak dinikmati dan dikuasai oleh negara orang. Kemiskinan menganga. Karena kurang menguasai teknologi. Teori kebangsaan ada dalam Al Quran dan sangat banyak, soal kesemestaan malah, lebih jelas dalam konteks kemanusiaan, jangan ada sekat- sekat politik, yang ada kepentingan kebangsaan dan kenegaraan," tutup Aher. Editor : Dian Sukmawati