Paket Umroh Terbaru

Travel Umroh Resmi Depag RI

Promo Paket Umroh Murah 2017

Paket Umroh Maret 2017

Paket Umroh April 2017

Biaya Umroh Mei 2017

Situs Resmi Umroh Ramadhan

 

 

banner_rekening al hijaz.png banner_al haromal hijaz umro depag.jpg banner_mubarak Plaza umroh depag.jpg banner_muhtara international umroh depag.jpg banner_pull man umrohdepag.jpg banner_umroh-langsung-madinah.png banner_ROMBONGAN UMROH AL HIJAZ 17 DES 16.jpg

TRAVEL UMROH BULAN RAMADHAN BEKASI

travel umroh bulan ramadhan bekasi, Kami travel nan menerima dan berangkat umroh setiap bulan dengan aman, travel umroh bulan ramadhan

travel umroh bulan ramadhan bekasi, umroh aman adalah solusi untuk sayaat ini bukan umroh murah yang kenyataan nya banyak keberangkatan di batalkan. Pilih umroh dengan izin umroh agar lebih terjamin travel umroh bulan

travel umroh bulan ramadhan bekasi


saco-indonesia.com, Grebek rumah di Bogor, Densus 88 telah menyita bahan kimia dan airsoftgun Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri telah menyita bahan kimia, airsoft gun dan senjata tajam dari rumah milik terduga teroris, Sadullah Rojak yang berusia (40) tahun. Penggerebekan telah berlangsung di Perumahan Alamanda Mega Sentul, Rt 002/Rw 08, Desa Pasirlaja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dilansir Antara, Kamis (2/1), Densus 88 telah langsung memasuki rumah yang telah dihuni istri pertama dan kedua Rojak. Di dalamnya, mereka telah menemukan sejumlah benda berbahaya yang telah disimpan Rojak. Dari hasil penggeledahan, polisi telah menemukan senjata jenis airsoft gun, satu senjata sejenis pulpen, setengah karung pupuk urea, dan satu galon berisi bahan berbentuk serbuk. Pupuk urea, sebagaimana deterjen bubuk, bisa menjadi salah satu bahan penting bom rakitan berdaya ledak rendah. Seperti yang diketahui Densus 88 telah melakukan penggerebakan di Rumah Rojak sejak pukul 18.00 WIB. Pada pukul 20.50 WIB, polisi telah membawa Rojak berikut barang bukti ke Markas Besar Kepolisian Indonesia, di bilangan Blok M, Jakarta Selatan. Selain Rojak, tiga saksi juga telah diamankan oleh polisi. Salah satunya yang juga merupakan keponakan Rojak. Belum dapat diketahui penggerebekan tersebut terkait dengan penggerebekan yang telah terjadi di Kampung Sawah, Ciputat Tanggerang Selatan pada malam pergantian tahun, Selasa (31/12), atau bukan. Hingga kini, belum ada pernyataan yang resmi baik dari pejabat Polres Bogor maupun Densus 88 terkait operasi tersebut. Dalam penggerebekan sebelumnya yang terjadi di Ciputat dan Rempoa, anggota Densus 88 telah terlibat baku tembak dengan sejumlah terduga teroris yang bersembunyi di dalam rumah kontrakan. Keenam terduga teroris tewas diterjang peluru petugas karena telah melakukan perlawanan. Editor : Dian Sukmawati
JAKARTA, Saco-Indonesia.com, - Berdasarkan hasil survei yang dirilis Lembaga Survei Nasional (LSN), sebanyak 86,1 persen responden menolak rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Sementara itu, hanya 12,4 persen yang mengaku setuju dengan kebijakan pemerintah itu, dan sisanya sebayak 1,5 responden menyatakan tidak tahu. "Menurut temuan LSN, mayoritas mutlak dari masyarakat berpendidikan dan berpenghasilan rendah menolak kenaikan harga BBM. Mereka khawatir kenaikan itu mempersulit ekonomi rumah tangga mereka," ujar Peneliti LSN Gema Nusantara di Jakarta, Minggu (2/6/2013). Adapun yang menyetujui kenaikan BBM berasal dari responden berpendidikan dan berpenghasilan tinggi. Mereka memahami argumentasi pemerintah untuk menaikan harga BBM, namun tidak yakin akan berhasil membantu perekonomian nasional. Gema menjelaskan, ada tiga alasan utama mengapa publik menolak kenaikan harga BBM yang rencananya mulai naik pada bulan Juni ini. Pertama, kenaikan BBM dinilai semakin memberatkan ekonomi masyarakat sebab harga kebutuhan pokok otomatis akan naik. Kedua, masyarakat menilai kenaikan harga BBM tidak akan menolong kesehatan fiskal seperti yang direncanakan pemerintah. "Bebeberapa kali kenaikan harga BBM di masa lalu terbukti tidak efektif menyelamatkan APBN," katanya. Kemudian, alasan ketiga, publik menilai adanya motif politik praktis. Kebijakan kenaikan harga BBM dinilai hanya menjadi pintu masuk peluncuran Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang sarat dengan muatan politik praktis menjelang Pemilu 2014 dan upaya mendongkrak elektabilitas partai pemerintah. Di sisi lain, sebanyak 51,7 persen responden setuju dengan pemberian BLSM, dan 47,2 persen tidak setuju. Masyarakat menilai, nominal BLSM yang diberikan oleh pemerintah tidak signifikan untuk membantu rakyat kecil.   Editor :Liwon Maulana Sumber:Kompas.com