Paket Umroh Terbaru

Travel Umroh Resmi Depag RI

Promo Paket Umroh Murah 2017

Paket Umroh Maret 2017

Paket Umroh April 2017

Biaya Umroh Mei 2017

Situs Resmi Umroh Ramadhan

 

 

banner_rekening al hijaz.png banner_al haromal hijaz umro depag.jpg banner_mubarak Plaza umroh depag.jpg banner_muhtara international umroh depag.jpg banner_pull man umrohdepag.jpg banner_umroh-langsung-madinah.png banner_ROMBONGAN UMROH AL HIJAZ 17 DES 16.jpg

TRAVEL UMROH BULAN MEI TAHUN 2015 TANGERANG

travel umroh bulan mei tahun 2015 tangerang, Kami bagian travel yg dan umroh setiap bulan dengan , travel umroh bulan mei

travel umroh bulan mei tahun 2015 tangerang, umroh aman adalah solusi untuk sayaat ini bukan umroh murah yang kenyataan nya banyak keberangkatan di batalkan. Pilih umroh dengan izin umroh agar lebih terjamin travel umroh bulan

travel umroh bulan mei tahun 2015 tangerang


JAKARTA, Saco- Indonesia.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku mendukung Rancangan Undang-Undang Komponen Cadangan (Komcad) yang tengah digodok DPR RI yang berisi antara lain soal wajib militer. Ia mengaku setuju jika wajib militer diterapkan bagi PNS dan sipil. "Setuju, dalam rangka pertahanan negara, bagus itu," ujar Jokowi pada pembukaan HUT ke-486 DKI di Jakarta Timur, Minggu (2/6/2013). Referensi untuk RUU tersebut diambil dari beberapa negara, yaitu Amerika Serikat, Jepang, dan Singapura. Komisi I DPR Fraksi Partai Demorat, Hayono Isman, mengatakan, latihan yang diatur dalam UU Komcad merupakan salah satu bentuk persiapan jika sewaktu-waktu Indonesia diserang. Bagian RUU Komcad yang bicara soal wajib militer antara lain Pasal 6 Ayat 3 dan Pasal 8 Ayat 3.  Pasal 6 Ayat 3 RUU Komcad itu berbunyi, "Komponen Cadangan disusun dalam bentuk satuan tempur yang disesuaikan dengan struktur organisasi angkatan sesuai masing- masing matra." Adapun Pasal 8 Ayat 3 berbunyi, "Pegawai negeri sipil, pekerja, dan atau buruh yang telah memenuhi persyaratan wajib menjadi anggota komponen cadangan."   Editor :Liwon Maulana Sumber:Kompas.com
saco-indonesia.com, Satu dari dua bandit jalanan nyaris diamuk oleh massa usai menodong dua pelajar di atas motornya di Jalan Raya Logistik, Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, Sabtu (1/2) dinihari. Dua hand phone dan uang Rp 24 ribu telah dibawa kabur oleh pelaku. Satu pelaku, Abdilah Bagir, yang berusia 15 tahun telah ditangkap korban bersama warga saat nongkrong tak jauh dari lokasi. “Identitas rekan tersangka sudah kita kenali. Aksi dari perampasan dan penodongan kemungkinan sudah sering mereka lakukan. Kita juga masih harus melakukan pengembangan kasus ini,” kata Kapolsek Koja, Kompol TP. Simangunsong. Aksi penodongan berawal ketika Ario Wibisono yang berusia 14 tahun dan Ircham Septiadi yang berusia 15 tahun naik sepeda motor matic pulang ke rumahnya di Tugu Utara. Saat melintasi Jalan Raya Logistik, dua pelaku yang juga telah mengendarai motor matic memepet sepeda motor korban lalu menghentikan sepeda motornya. “Pelaku telah menuduh korban memukul kakaknya, lalu pelaku meminta uang dan dikasi Rp 24 ribu oleh kedua korban,” ujar TP. Simangunsong. Karena kurang, kedua pelaku lalu telah menggerayangi saku celana dan mengambil paksa dua HP milik korban. Korban berusaha untuk melawan, namun satu pelaku telah mengancam dengan senjata tajam. “Satu pelaku berpura-pura ingin mengambil senjata tajam di balik bajunya, sementara rekannya telah mengambil paksa handphone keduanya karena takut dilukai,” sambung TP Simangunsong. Mendapatkan hasil tersebut , kedua pelaku kemudian kabur, sementara korban pulang ke rumahnya lalu menceritakan peristiwa yang dialaminya tersebut kepada warga. Kedua korban dan warga yang marah kemudian telah mencari dan menyisir dua bandit tersebut dengan menggunakan sepeda motor. Aksinya penyisiran itu ternyata berhasil, dua pelaku ditemukan sedang nongkrong di pinggir jalan tak jauh dari lokasi. Oleh warga pelaku, Abdilah Bagir kemudian telah ditangkap, namun rekannya telah berhasil lolos dari sergapan warga menggunakan sepeda motor. Anggota Polsek Koja yang sedang ovserapsi wilayah melihat keramaian dan langsung mengamankan pelaku sebelum diamuk massa Editor : Dian Sukmawati