Paket Umroh Terbaru

Travel Umroh Resmi Depag RI

Promo Paket Umroh Murah 2017

Paket Umroh Maret 2017

Paket Umroh April 2017

Biaya Umroh Mei 2017

Situs Resmi Umroh Ramadhan

 

 

banner_rekening al hijaz.png banner_al haromal hijaz umro depag.jpg banner_mubarak Plaza umroh depag.jpg banner_muhtara international umroh depag.jpg banner_pull man umrohdepag.jpg banner_umroh-langsung-madinah.png banner_ROMBONGAN UMROH AL HIJAZ 17 DES 16.jpg

TRAVEL UMROH BULAN MEI TAHUN 2015 DEPOK

travel umroh bulan mei tahun 2015 depok, Kami adalah travel meladeni dan berangkat umroh setiap bulan dengan resmi, travel umroh bulan mei

travel umroh bulan mei tahun 2015 depok, umroh aman adalah solusi untuk sayaat ini bukan umroh murah yang kenyataan nya banyak keberangkatan di batalkan. Pilih umroh dengan izin umroh agar lebih terjamin travel umroh bulan

travel umroh bulan mei tahun 2015 depok


saco-indonesia.com, Cuaca buruk yang berupa ombak setinggi tiga meter disertai hujan dan badai masih telah melanda Laut Jawa. Imbasnya, nelayan di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, telah memilih menambatkan kapal di pelabuhan karena takut jadi korban amukan ombak. Banyaknya nelayan yang tidak melaut telah membuat pelabuhan dipenuhi ratusan kapal. Sejumlah nelayan juga tampak memperbaiki kapal dan alat tangkap ikan yang berupa jaring dan pancing, sambil menunggu cuaca membaik. "Saat ini ombak berkisar dua hingga tiga meter dan masih sering terjadi angin badai disertai hujan," ujar seorang nelayan setempat, Marsono, Kamis (13/2/2014). Menurutnya, jika pun ada nelayan yang nekat melaut, mereka juga hanya mencari ikan di pinggiran dan tidak dalam jangka waktu lama. Ikan yang mereka peroleh juga tidak banyak. "Bila biasanya bisa berada dua pekan di lautan, kini hanya satu hari satu malam langsung pulang," terangnya. Para nelayan juga berharap cuaca segera membaik sehingga bisa kembali melaut. Saat ini mereka juga hanya mengandalkan penghasilan dari buruh serabutan. "Cuaca buruk seperti ini biasanya akan berlangsung antar dua hingga tiga bulan," pungkasnya. Sedikitnya nelayan yang melaut juga berimbas pada jumlah pasokan di Tempat Pelalangan Ikan (TPI) Pelabuhan Pemalang. Kalangan pedagang ikan kesulitan untuk mendapat hasil tangkapan nelayan, sehingga harga ikan melambung. Editor : Dian Sukmawati
POSO, Saco-Indonesia.com — Kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Mapolres Poso, Sulawesi Tengah, Senin (3/6/2013) pagi, setelah meledaknya sebuah bom yang diduga dilakukan seorang pengendara sepeda motor. Berdasarkan laporan kontributor KompasTV, Manshur Tobone, pelaku mengendarai motor seorang diri. Sebelum memasuki halaman Mapolres, pelaku sempat ditahan penjaga. Namun, pelaku memaksa masuk dan menerobos pintu penjagaan Mapolres. Tak lama, ia meledakkan bom tepat di depan mushala Mapolres. Kemudian pelaku tewas di lokasi. Sementara itu, dalam wawancara dengan KompasTV, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen (Pol) Boy Rafli Amar mengungkapkan, kepolisian masih mengidentifikasi pelaku. "Proses olah TKP sedang berjalan untuk mengidentifikasi pelaku yang rusak berat. Perlu dicari tahu siapa pemuda ini," ujarnya. Mengenai motif, Boy mengatakan, dengan pola yang dilakukan, motif diduga karena masalah teror. "Motif sedang didalami dan diselidiki lebih lanjut," kata Boy. Ia mengungkapkan, saat ini polisi sudah mengantongi data-data dari kelompok yang diduga melakukan pengeboman.   Editor :Liwon Maulana Sumber:Kompas.com