Paket Umroh Terbaru

Travel Umroh Resmi Depag RI

Promo Paket Umroh Murah 2017

Paket Umroh Maret 2017

Paket Umroh April 2017

Biaya Umroh Mei 2017

Situs Resmi Umroh Ramadhan

 

 

banner_rekening al hijaz.png banner_al haromal hijaz umro depag.jpg banner_mubarak Plaza umroh depag.jpg banner_muhtara international umroh depag.jpg banner_pull man umrohdepag.jpg banner_umroh-langsung-madinah.png banner_ROMBONGAN UMROH AL HIJAZ 17 DES 16.jpg

TRAVEL UMROH BULAN MEI 2015 DEPOK

travel umroh bulan mei 2015 depok, Kami sama dengan travel nan dan memberangkatkan umroh setiap bulan dengan nyaman, travel umroh bulan mei

travel umroh bulan mei 2015 depok, umroh aman adalah solusi untuk sayaat ini bukan umroh murah yang kenyataan nya banyak keberangkatan di batalkan. Pilih umroh dengan izin umroh agar lebih terjamin travel umroh bulan

menggunakan pesawat Garuda, Saudi airline, turkies airline.paket umroh maret 2016, harga umroh april 2016 , paket umroh ramadhan 2016 hub 081316900423info murah by saudi airline hanya 1650 wa. 082114202323,, travel travel umroh al hijaz melayani paket umroh reguler 9 hari , umroh 12 hari maret 2016, umroh plus turki april 2016,

travel umroh bulan mei 2015 depok


saco-indonesia.com, Pelajaran bagi siapa saja yang belum lancar dalam mengemudikan mobil. Ceroboh saat memarkirkan mobil, Muhamad Saiful malah celaka. Mobil Toyota Fortuner milik bosnya telah terjun ke Kali Cideng, Gambir, Jakarta Pusat. Saiful yang juga merupakan office boy telah memarkir mobil maju dan mundur. Namun tiba-tiba saja dia telah menginjak pedal gas. Mobil hitam yang bernomor polisi B 991 KUS itu pun nyelonong melintasi Jalan Cideng Timur Raya, lalu masuk kali yang telah berjarak sekitar 10 meter dari ruko tempatnya bekerja. Beruntung kondisi jalan kala itu tengah sepi. "Tiba-tiba mundur ke belakang kencang dengan kecepatan sekitar 40-60 kilometer/jam," kata saksi mata Subrata di lokasi kejadian, Rabu (12/2). Sehari-hari, kata Subrata, Saiful juga sudah sering memaju dan mundurkan mobil, namun belum pernah membawa di jalan raya. Saking kencangnya mobil itu terjun dan posisinya terbalik. Saiful juga sempat terjebak dalam mobil dengan posisi kepala di bawah. "Satu orang membantu keluarin dia," kata Subrata yang satu kantor dengan Saiful di Tropica, perusahaan jual beli rotan. Saiful juga tidak mengalami luka berat. Setelah kejadian dia telah langsung dibawa ke Polsek Metro Gambir untuk dapat dimintai keterangan. Saat ini Fortuner juga masih berada di dalam kali menunggu dievakuasi. Arus lalu lintas di sekitar lokasi menuju Tanah Abang macet parah karena warga menonton kejadian ini. Editor : Dian Sukmawati
JAKARTA, Saco-Indonesia.com - Wacana penerapan wajib militer di Indonesia dinilai masih terlalu cepat untuk direalisasikan. Pasalnya, masih banyak kendala untuk menerapkannya seperti masalah pendanaan hingga terkait sarana dan prasarana ketahanan. "Ini tidak menjadi program prioritas. Masih lama untuk merealisasikannya," ujar Anggota Komisi I dari Fraksi Partai Golkar, Yorris Raweyai di Kompleks Parlemen, Selasa (4/6/2013). Dia menuturkan bahwa penerapan wajib militer memerlukan pendanaan yang tidak sedikit. Saat ini, sebut Yorris, pendanaan militer Indonesia masih belum mampu mendanai program tersebut sehingga pembahasan RUU Komponen Cadangan pun dikesampingkan terlebih dahulu. Meski demikian, RUU Komponen Cadangan itu diakui Yorris penting untuk disahkan. "RUU ini harus ada, karena sebagai pagar ke depan daripada kalau tidak ada sama sekali konsekuensinya pada ketahanan bangsa," kata Yorris. Yorris mengatakan bahwa wajib militer yang masuk dalam Rancangan Undang-undang Komponen Cadangan bukanlah bermaksud untuk menerapkan militerisasi. "Itu tujuannya bela negara, untuk kehidupan berbangsa dan bernegara saja. Untuk hidup disiplin, paham militer perlu dicontoh," tambahnya. Namun, pria asal Papua ini menilai memang ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. Misalnya, terkait sanksi pidana jika ada warga negara yang tak mau ikut program wajib militer. "Kalau pakai pidana, kesannya itu memaksa. Seharusnya sukarela," tandasnya kemudian.   Editor :Liwon Maulana Sumber:Kompas.com