Paket Umroh Terbaru

Travel Umroh Resmi Depag RI

Promo Paket Umroh Murah 2017

Paket Umroh Maret 2017

Paket Umroh April 2017

Biaya Umroh Mei 2017

Situs Resmi Umroh Ramadhan

 

 

banner_rekening al hijaz.png banner_al haromal hijaz umro depag.jpg banner_mubarak Plaza umroh depag.jpg banner_muhtara international umroh depag.jpg banner_pull man umrohdepag.jpg banner_umroh-langsung-madinah.png banner_ROMBONGAN UMROH AL HIJAZ 17 DES 16.jpg

TRAVEL UMROH BULAN MEI 2015 BEKASI

travel umroh bulan mei 2015 bekasi, Kami yaitu travel melayani dan umroh setiap bulan dengan damai, travel umroh bulan mei

travel umroh bulan mei 2015 bekasi, umroh aman adalah solusi untuk sayaat ini bukan umroh murah yang kenyataan nya banyak keberangkatan di batalkan. Pilih umroh dengan izin umroh agar lebih terjamin travel umroh bulan

info murah by saudi airline hanya 1650 wa. 082114202323,, travel travel umroh al hijaz melayani paket umroh reguler 9 hari , umroh 12 hari maret 2016, umroh plus turki april 2016, menggunakan pesawat Garuda, Saudi airline, turkies airline.paket umroh maret 2016, harga umroh april 2016 , paket umroh ramadhan 2016 hub 081316900423

travel umroh bulan mei 2015 bekasi


saco-indonesia.com, Apes telah dialami oleh Sherif Ashraf Abdulrahman yang berusia (27) tahun , warga negara asing (WNA) asal Mesir yang sudah setahun menetap di Jalan Rasamala No 4 RT 3 RT 08, Komplek Bukit Asam Baru, Tanjung Enim, Muara Enim. Mobil Daihatsu Xenia BG 1004 D warna coklat miliknya telah dirampas oleh kawanan pencuri yang mengaku sebagai polisi. Saat melapor ke Polresta Palembang, Sherif juga mengaku berprofesi sebagai sopir travel Muara Enim-Palembang. Peristiwa itu telah terjadi saat dirinya mengangkut penumpang menuju Palembang. Saat berada di ruas Jalan KH Wahid Hasyim, dekat SPBU Simpang KB, Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I Palembang, Minggu (22/12) dini hari sekitar pukul 14.00 WIB, Sharif mendadak distop oleh kawanan pelaku yang telah mengendarai mobil Honda CRV warna cokelat. Salah satu pelaku tesebut turun, lalu menghampiri korban. Satu pelaku lagi masuk dan menyuruh korban bersama semua penumpang turun. Saat itu, korban juga sempat bertanya apa tujuan mereka menurunkan penumpang. Kawanan tersebut juga mengaku sebagai polisi yaqng sedang menggelar razia. Anehnya, salah satu pelaku memukul korban dengan kunci dongkrak. Beruntung korban tidak mengalami luka berat. Tak lama kemudian, kawanan tersebut membawa mobil yang dikendarainya menuju arah Jembatan Ampera. Ia juga sudah berusaha mempertahankan mobilnya, namun ia kembali dipukul. "Saya lari dan terus lari menuju pos polisi di simpang empat dekat pembangunan flyover. Mobil CRV itu diikuti mobil saya dari belakang menuju jembatan Ampera," ungkap Sherif pria beristrikan warga Muara Enim ini. Editor : Dian Sukmawati
POSO, Saco-Indonesia.COM — Seorang pria yang menggunakan sepeda motor meledakkan diri di halaman Mapolres Poso, Sulawesi Tengah, Senin (3/6/2013), sekitar pukul 08.05 Wita. Ledakan itu menewaskan pelaku. Tak ada korban lain dalam ledakan itu, kecuali seorang pekerja bangunan yang sedang merenovasi masjid di kompleks Mapolres Poso, kata Kapolres Poso AKBP Susnadi dalam wawancara dengan Metro TV. Pekerja bangunan itu dikatakan menderita luka ringan. Menurut Susnadi, pria itu melintas di depan gerbang pos penjagaan Mapolres Poso pada sekitar pukul 08.03 dengan menggunakan sepeda motor. Petugas kepolisian sempat menghentikan pria itu, tetapi ia nekat menerobos. Sekitar 20 meter dari pos penjagaan, bom yang dibawa pelaku meledak tepat di depan masjid yang ada di kompleks Mapolres. Belum diketaui apakah bom itu merupakan bom sepeda motor (melekat di sepeda motor), di tubuh pelaku, atau ada dalam tas yang dibawa pelaku. "Kondisi jenazah korban (pelaku) hancur dan bagian-bagian tubuhnya menyebar ke mana-mana. Hanya pahanya yang masih utuh," kata Sofyan, seorang warga Poso yang sedang berada di lokasi kejadian, sebagaimana dikutip kantor berita Antara. Tidak ada anggota kepolisian yang jadi korban dalam ledakan itu. Namun, beberapa bagian gedung mapolres dan masjid rusak sedang dan ringan. Menurut Susnadi, pelaku diduga berusia berusia 30-35 tahun. Pelaku kemungkinan berasal dari kelompok garis keras bersenjata yang beroperasi di Poso. Petugas kini sedang meneliti lokasi kejadian guna mengidentifikasi jenis bom dan identitas pelaku, sedangkan potongan-potongan tubuh jenazah sedang dikumpulkan dan belum dievakuasi. Sumber : ANT/Kompas.com Editor :Liwon Maulana