Paket Umroh Terbaru

Travel Umroh Resmi Depag RI

Promo Paket Umroh Murah 2017

Paket Umroh Maret 2017

Paket Umroh April 2017

Biaya Umroh Mei 2017

Situs Resmi Umroh Ramadhan

 

 

banner_rekening al hijaz.png banner_al haromal hijaz umro depag.jpg banner_mubarak Plaza umroh depag.jpg banner_muhtara international umroh depag.jpg banner_pull man umrohdepag.jpg banner_umroh-langsung-madinah.png banner_ROMBONGAN UMROH AL HIJAZ 17 DES 16.jpg

TRAVEL UMROH AWAL RAMADHAN JAKARTA PUSAT

travel umroh awal ramadhan jakarta pusat, Kami yaitu travel dan umroh setiap bulan dengan , travel umroh awal ramadhan

travel umroh awal ramadhan jakarta pusat, umroh aman adalah solusi untuk sayaat ini bukan umroh murah yang kenyataan nya banyak keberangkatan di batalkan. Pilih umroh dengan izin umroh agar lebih terjamin travel umroh awal

travel umroh awal ramadhan jakarta pusat


Sentra Timur Residence merupakan hasil sinergi antara Perum Perumnas dan PT. Bakrieland Development, Tbk dalam pengembangan lahan seluas 40 ha di Kawasan Sentra Timur Jakarta Timur sebagai tindak lanjut penandatanganan MOU antara Perum Perumnas dan PT. Bakrieland Development, Tbk. pada 25 November 2007. Dengan kompetensi masing-masing pihak, dalam hal ini Perum Perumnas sebagai pengembang BUMN yang paling berkompeten dalam membangun perumahan di Indonesia. Sedangkan PT. Bakrieland Development, Tbk berpengalaman dalam membangun kawasan terpadu Rasuna Epicentrum yang pertama dan terbesar di Jakarta, maka sinergi Perumnas - Bakrieland ini diharapkan dapat menjadikan pengembangan Kawasan Sentra Primer Baru Timur (SBPT) kedepan menjadi suatu lingkungan baru, terpadu dengan berbagai sarana dan prasarana lingkungan serta fasilitas pendukung yang lengkap di Sentra Timur Jakarta.
Saco-Indonesia.com — Sebuah planet gas alien yang mengorbit bintang berjarak 300 tahun cahaya dari Bumi berhasil diungkap keberadaannya dan dipotret secara langsung. Pemotretan planet secara langsung selama ini sulit dilakukan, apalagi planet yang baru ditemukan ini tergolong kecil. Potret dari planet yang bernama HD 95086b ini dirilis European Southern Observatory pada Senin (3/6/2013). Potret planet yang mengelilingi bintang bernama HD 95086 ini dipotret dengan cahaya inframerah. Pada gambar di atas, planet terlihat dengan warna biru terang, ada di bagian kiri bawah. Citra bintang telah dihilangkan sehingga publik bisa menyadari dan melihat keberadaan planet yang dimaksud dengan lebih jelas. HD 95086 teramati lewat pengamatan secara langsung dengan very large telescope milik ESO. Berdasarkan kecerlangan cahayanya, ilmuwan menduga bahwa planet ini cuma punya massa empat hingga lima kali lebih besar dari Yupiter. Astronom mengungkapkan, sangat jarang planet alien yang berjarak jauh bisa teramati secara langsung. Kebanyakan planet ditemukan secara tidak langsung dengan mengamati peredupan cahaya bintang saat planet melewati mukanya atau goyangan bintang akibat pengaruh gravitasi planet itu. "Pengamatan secara langsung adalah teknik yang sangat menantang dan membutuhkan instrumen yang maju, baik yang berbasis di darat maupun antariksa," kata Julian Rameau, astronom di Institute of Astrophysics and Planetology di Perancis. "Hanya beberapa planet bisa ditemukan secara langsung, membuat setiap penemuan merupakan lompatan penting dalam memahami planet raksasa dan pembentukannya," sambung Rameau seperti dikutip Space.com, Senin kemarin. Foto lain yang diambil ESO menunjukkan bahwa planet dan bintang yang diorbitnya terletak di konstelasi Carina. HD 95086b mengorbit bintangnya pada jarak dua kali jarak Matahari-Neptunus atau 56 kali jarak Bumi-Matahari. Penemuan planet ini akan dipublikasikan di Astrophysical Journal. HD 95086 yang menjadi bintang induk diduga masih berusia muda, baru 10-17 juta tahun. Hal ini membuat pembentukan planet dan piringan debu di sekitarnya menarik. Anne Marie Langrange, peneliti yang juga terlibat penemuan, mengungkapkan, "Posisi planet saat ini memunculkan pertanyaan." Ia mengatakan bahwa planet mungkin telah berpindah dari tempat penemuannya ke tempat "tinggal" saat ini. Tentang pembentukannya, Langrange mengatakan, "Mungkin planet tumbuh menyatukan batu yang membentuk inti padat dan secara perlahan mengakumulasi gas dari sekitarnya, atau bisa jadi terbentuk dari gumpalan gas yang akibat ketidakstabilan gravitasi di piringannya." Sumber : SPACE.COM/Kompas.com Editor :Liwon Maulana(galipat)