Paket Umroh Terbaru

Travel Umroh Resmi Depag RI

Promo Paket Umroh Murah 2017

Paket Umroh Maret 2017

Paket Umroh April 2017

Biaya Umroh Mei 2017

Situs Resmi Umroh Ramadhan

 

 

banner_rekening al hijaz.png banner_al haromal hijaz umro depag.jpg banner_mubarak Plaza umroh depag.jpg banner_muhtara international umroh depag.jpg banner_pull man umrohdepag.jpg banner_umroh-langsung-madinah.png banner_ROMBONGAN UMROH AL HIJAZ 17 DES 16.jpg

TRAVEL UMROH AWAL RAMADHAN DEPOK

travel umroh awal ramadhan depok, Kami travel dan mengirim umroh setiap bulan dengan , travel umroh awal ramadhan

travel umroh awal ramadhan depok, umroh aman adalah solusi untuk sayaat ini bukan umroh murah yang kenyataan nya banyak keberangkatan di batalkan. Pilih umroh dengan izin umroh agar lebih terjamin travel umroh awal

travel umroh awal ramadhan depok


Saco-Indonesia.com — Rumah di Washington, Amerika Serikat, berikut ini tampaknya bisa diterapkan untuk dibangun di daerah rawan bencana di seluruh Indonesia. Setidaknya, rumah ini sudah memenuhi standar dan kualifikasi Federal Emergency Management Agency (FEMA). Rumah yang dijuluki "Tsunami House" (rumah tsunami) tersebut dirancang sesuai kode bangunan FEMA yang paling ketat dan diklaim sangat aman. Nelson, sang perancang dari Designs Northwest Architects, mengatakan, rumah tersebut penuh dengan hal-hal yang harus dipertimbangkan ketika membangun di daerah berisiko banjir dan gempa. Proyek ini dimulai pada tahun 2006 dan selesai musim panas lalu. Lokasinya tidak jauh dari tepi laut, Tsunami House berada di zona bencana banjir berkecepatan tinggi. Penduduk yang mendiami kawasan ini diketahui membuka lahan dan memulai proyek Tsunami House sejak 7 tahun silam. Berbeda dengan rumah darurat yang diperuntukkan korban bencana, Tsunami House justru sangat indah dan memiliki pemandangan memukau, meskipun terletak di daerah rawan bencana, seperti gempa, angin kencang, dan banjir. Di dalam Tsunami House terdapat ruang-ruang seperti rumah pada umumnya. Hanya saja, di sini penamaan ruang tersebut mengundang senyum. Sebut saja, Kamar Banjir yang berada pada level lebih rendah. Kamar ini dilengkapi dengan dinding yang dirancang sebagai tempat istirahat selama terjadi gelombang air. "Material Tsunami House seluruhnya terbuat dari bahan tahan air dan dilengkapi dengan furnitur luar ruang tahan lama," ujar Nelson. Tsunami House disangga oleh sembilan kolom betok dengan tebal 0,6 meter agar air banjir dapat dengan mudah melewati rumah ini. Bagian tersebut merupakan yang terberat dan terkuat dalam menghadapi badai apa pun. Sementara ruang tamu, sesuai dengan Kode FEMA, berada di bagian atas rumah. Bangunan Tsunami House seluas 207,3 meter persegi yang memiliki ketinggian 9 meter di atas permukaan tanah demi keselamatan. Sesuai peraturan bangunan FEMA, kamar tidur utama, ruang tamu, ruang makan, dan dapur, semuanya terletak di lantai kedua rumah ini. Pelapis lantai Tsunami House adalah ubin porselen dengan langit-langit terbuat dari kayu cedar merah, yang menambah cantik suasana. Di dalamnya terdapat perapian luas yang diatur dengan panel plester yang terinspirasi gelombang banjir. Rumah ini memiliki bukaan besar seperti jendela yang berbingkai aluminium. Siapa pun penghuni rumah ini akan merasakan kedekatan dengan pantai yang diwakili desir angin, ombak berbisik, kicau burung, dan juga sinar mentari. Seluruh fenomena alam tersebut bisa dinikmati tanpa harus keluar dari rumah yang berada di Camano Island tersebut. Sumber :businessinsider.com/kompas.com Editor : Maulana Lee
London, Saco-Indonesia – Akhir-akhir ini, pengguna kendaraan bermotor dihadapkan dengan bayang-bayang kenaikan harga BBM. Tidak perlu khawatir, karena irit tidaknya konsumsi bahan bakar bukan semata-mata karena faktor minyak murah, tetapi juga perlakuan terhadap kendaraan itu sendiri. KompasOtomotif merangkum delapan nasihat yang dilansir about.com untuk pengguna sepeda motor agar konsumsi bahan bakar irit, berangkat dari sudut pandang perilaku. Berikut tipsnya: 1. Memanaskan mesin sudah jadi ritual. Tapi kebanyakan sepeda motor berteknologi injeksi sudah bisa dinaiki instan setelah dinyalakan. Jika Anda yakin performa sepeda motor tidak turun, langsung tancap lebih baik dan lebih cepat memanaskan mesin ketimbang membuang bahan bakar saat dipanaskan dalam kondisi diam. 2. Salah satu yang paling efektif, memelihara tekanan angin. Cari tekanan yang direkomendasikan yang biasa tertempel pada sepeda motor atau buku petunjuk kendaraan. Tekanan ban yang pas tak hanya menghemat bahan bakar, tetapi juga meningkatkan pengendalian. 3. Performa sepeda motor akan baik jika mesin terawat. Pahami bahwa saringan udara bersih, busi fresh, saringan bensin bebas kotoran, dan setelan bagus, sangat besar peranannya mengirit bahan bakar. Lakukan ini. 4. Fokus memelihara kecepatan konstan. Tarik tuas gas perlahan dan jangan menghentak, apalagi menggeber- geber gas. Sok-sokan ngebut padahal di depan bakal macet, hanya akan membuang bahan bakar sia- sia. 5. Berpikirlah begini: Batas kecepatan di jalan diciptakan Polisi bukan hanya untuk menertibkan, melainkan juga menghemat bahan bakar. Tarik gas memang enak, dan menimbulkan perasaan meledak-ledak karena adrenalin meningkat deras, tapi bahan bakar dijamin jauh lebih boros. 6. Bobot pasti mempengaruhi konsumsi bahan bakar. Kurangi komponen tambahan yang tidak perlu. Misalnya, boks di kanan-kiri-belakang, jika tidak ada isinya, kenapa harus dipasang untuk dipakai berangkat kerja? Pasanglah hanya kalau butuh, misalnya touring. 7. Aerodinamis itu penting. Sebisa mungkin buang peralatan yang membuat angin "menabrak" keras sepeda motor, misalnya tameng angin (windshield) yang tegak lurus. Usahakan memasang tameng angin yang aerodinamis, bila perlu posisinya tak terlalu tinggi. 8. Berkendaralah di jalan yang benar (aspal). Banyak sepeda motor kurang sabar dengan mengambil jalan tanah di sebelahnya, atau bahkan naik trotoar rusak hanya untuk menyalip dua atau tiga kendaraan lain dan mengorbankan pejalan kaki. Sia-sia, dan percayalah bahwa jalan yang tak mulus menambah konsumsi bahan bakar. Selamat berkendara hemat, nyaman, dan aman. Sumber: about.com/Kompas Otomotif Editor : Maulana Lee