Paket Umroh Terbaru

Travel Umroh Resmi Depag RI

Promo Paket Umroh Murah 2017

Paket Umroh Maret 2017

Paket Umroh April 2017

Biaya Umroh Mei 2017

Situs Resmi Umroh Ramadhan

 

 

banner_rekening al hijaz.png banner_al haromal hijaz umro depag.jpg banner_mubarak Plaza umroh depag.jpg banner_muhtara international umroh depag.jpg banner_pull man umrohdepag.jpg banner_umroh-langsung-madinah.png banner_ROMBONGAN UMROH AL HIJAZ 17 DES 16.jpg

TRAVEL UMRAH MEI TAHUN 2015 JAKARTA SELATAN

travel umrah mei tahun 2015 jakarta selatan, Kami travel melayani dan mengirim umroh setiap bulan dengan , travel umrah mei tahun

travel umrah mei tahun 2015 jakarta selatan, umroh aman adalah solusi untuk sayaat ini bukan umroh murah yang kenyataan nya banyak keberangkatan di batalkan. Pilih umroh dengan izin umroh agar lebih terjamin travel umrah mei

travel umrah mei tahun 2015 jakarta selatan


GENOA, Saco-Indonesia.com — Presiden Genoa, Enrico Preziosi, merampas dan merusak kamera seorang wartawan Secolo XIX di depan umum. Meski sudah meminta maaf, Preziosi mengaku akan kembali melakukan hal tersebut jika para wartawan dianggap bertindak di luar batas. Kejadian itu bermula ketika ada beberapa wartawan yang menanyakan Preziosi soal rumor penjualan klub kepada Presiden Varese, Antonio Rosati. Kesal dengan pertanyaan wartawan, Preziosi lantas mendatangi seorang wartawan Secolo XIX dan kemudian merampas serta membanting kamera sang wartawan hingga rusak. "Saya sudah minta maaf dan akan membayar ganti rugi untuk kamera itu. Namun, tindakan wartawan itu tidak benar menyergap orang. Reaksi saya mungkin dikritik, tetapi saya menderita lebih buruk," jelas Preziosi kepada TGCom. "Saya tidak bisa menerima seseorang mengambil gambar saya secara rahasia dan kemudian menyergap saya. Dalam konteks itu, saya memang akan melakukannya lagi," ancamnya. Preziosi kemudian mengecam laporan media yang mengatakan ia sedang bernegosiasi untuk menjual Genoa kepada Presiden Varese, Antonio Rosati, yang kini telah resmi dinobatkan sebagai wakil presiden eksekutif Genoa. "Saya terpana oleh kebohongan yang disebarkan. Rosati akan bergabung dengan klub, tetapi sama sekali tidak ada pertukaran atau penjualan saham. Saya tidak akan menjual klub," tegasnya. "Kami melihat di halaman depan dengan wajah Rosati adalah presiden baru Genoa. Itu tidak benar. Kami hanya akan memperkuat skuad. Setiap hari di Genoa, wartawan terus menciptakan sesuatu yang membuat saya marah," tuturnya. "Saya hanya mengganti direktur Pietro Lo Monaco dengan Rosati. Ia akan meninggalkan jabatan Presiden Varese karena dua posisi yang bertentangan," jelasnya. Sumber:Kompas.com Editor :Liwon Maulana(galipat)
Bekasi, Saco-Indonesia.com — Asian Agri Group (AAG) menyatakan sanggup membayar denda pajak senilai Rp 2,5 triliun. Namun, atas dasar kelangsungan usaha, Kejaksaan Agung pun telah menyetujui pembayaran pertama Asian Agri sebesar Rp 719.955.391.304. Jaksa Agung RI Basrief Arief di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (30/1/2014), mengatakan, kekurangan denda pajak akan dibayarkan dengan dicicil setiap bulan Rp 200 miliar. "Yang Rp 1,8 triliun lagi itu dibayar per bulan Rp 200 miliar dan akan berakhir bulan Oktober 2014. Ini yang sudah kita sepakati," kata Basrief. Ia yakin Asian Agri patuh memenuhi cicilan. Hal itu lantaran, sebagai jaminan pembayaran cicilan tiap bulan, Asian Agri telah menjaminkan sebanyak 126 giro bilyet. Basrief mengatakan, jaminan sudah diserahkan ke Bank Mandiri. Ia menambahkan bahwa dirinya telah bertemu dengan Direktur Utama Bank Mandiri untuk memberikan atensi lebih pada kasus ini. Saat ditanya perihal landasan hukum denda pajak bisa dicicil, Basrief mengatakan memang tidak ada dasar hukumnya. Ia justru meminta pakar asset recovery, Andi Lolo, yang juga hadir di Kejaksaan Agung pagi ini, untuk menjelaskan. "Berkaitan masalah bisa dicicil, memang tidak ada ketentuan yang mengatur, tapi mungkin Pak Andi Lolo bisa menyampaikan pendapatnya. Yang jelas yang dilakukan jaksa kita sudah melakukan putusan," terang Basrief. "Seperti yang saya katakan tadi, total nominal yang begitu besar pasti menimbulkan kerepotan sendiri. Bagaimanapun juga, perusahaan harus tetap jalan, ada 25.000 karyawan, dan 29.000 petani plasma. Yang penting negara dapat melaksanakan sesuai putusan itu," katanya. Berdasarkan putusan MA No.2239K/PID.SUS/2012 tanggal 18 Desember 2012, Asian Agri dinyatakan kurang membayar pajak pada periode 2002-2005 senilai Rp 1,25 triliun dan denda Rp 1,25 triliun. Total yang harus dibayarkan Rp 2,5 triliun. Jika tidak dibayar hingga tenggat 1 Februari 2014, aset Asian Agri yang di antaranya 14 perusahaan kelapa sawit terancam disita. Sumber :kompas.com Editor : Maulana Lee