Paket Umroh Terbaru

Travel Umroh Resmi Depag RI

Promo Paket Umroh Murah 2017

Paket Umroh Maret 2017

Paket Umroh April 2017

Biaya Umroh Mei 2017

Situs Resmi Umroh Ramadhan

 

 

banner_rekening al hijaz.png banner_al haromal hijaz umro depag.jpg banner_mubarak Plaza umroh depag.jpg banner_muhtara international umroh depag.jpg banner_pull man umrohdepag.jpg banner_umroh-langsung-madinah.png banner_ROMBONGAN UMROH AL HIJAZ 17 DES 16.jpg

TRAVEL UMRAH MEI TAHUN 2015 BOGOR

travel umrah mei tahun 2015 bogor, Kami travel nan melayani dan memberangkatkan umroh setiap bulan dengan legal, travel umrah mei tahun

travel umrah mei tahun 2015 bogor, umroh aman adalah solusi untuk sayaat ini bukan umroh murah yang kenyataan nya banyak keberangkatan di batalkan. Pilih umroh dengan izin umroh agar lebih terjamin travel umrah mei

travel umrah mei tahun 2015 bogor


saco-indonesia.com, Polisi akan terus menyelidiki kasus terbunuhnya guru agama, Drs.Muslim Azhuri yang berusia 65 tahun , yang ditemukan meregang nyawa di rumahnya, Jalan Muslihun, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. “Kami juga masih harus dalami dan mudah-mudahan bisa mengungkap kasus tewasnya Muslim Azhuri. Sembilan saksi sudah kita minta keterangan,” kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Novi Nurohmat. Sebelumnya Muslim yang biasa menjadi pendakwah di musholah maupun mesjid di kawasan Pesanggrahan setelah pensiun jadi PNS guru agama telah ditemukan tewas di lantai dua rumahnya dengan kondisi yang mengenaskan, usus terburai dan ada luka bacok di tangan dan leher. Dalam kasus ini, harta benda korban tidak ada yang hilang. Selain itu, pintu rumah atau jendela tidak ada yang rusak sehingga membuat petugas agak kesulitan mengungkap misteri kasus tersebut, apakah dibunuh atau bunuh diri. Editor : Dian Sukmawati
PANGKALPINANG, Saco_Indonesia.com - Kasus pemukulan terhadap pramugari Sriwijaya Air, Nur Febriani, yang dilakukan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal daerah (BKPMD) Provinsi Bangka Belitung (Babel) diambil alih Polres Pangkalpinang. "Berkas dari Polsek Pangkalanbaru sudah kita ambil alih. Pengambil alihan perkara ini supaya proses penyidikannya lebih cepat. Karena di Polsek Pangkalanbaru, penyidiknya masih menangani beberapa kasus lainnya," kata Kapolres Pangkalpinang, AKBP Bariza Sulfi, sabtu (8/6/2013) kemarin. Ia mengatakan, berkas perkara dan barang bukti dari Polsek Pangkalanbaru sudah diserahkan penyidik Polres Pangkalpinang. Selanjutnya, berkas tersebut akan ditangani oleh Unit Reskrim Polres Pangkalpinang. AKBP Bariza Sulfi menjelaskan, pihaknya hanya menangani perkara penganiayaan yang dilakukan Zakaria terhadap Nur Febriani. Untuk dugaan pelanggaran undang-undang keselamatan penerbangan tidak ditangani Polres Pangkalpinang. "Saat ini kita hanya menangani kasus pidana pemukulannya saja. Kita tidak menerapkan kasus ke dalam undang-undang keselamatan penerbangan," kata Bariza Sulfi. Hal ini karena sesuai pemeriksaan, hal-hal yang berkait dengan dugaan pelanggaran keselamatan penerbangan tidak terjadi di Pangkalpinang. Akan tetapi, terjadinya di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. Seperti diberitakan sebelumnya, Zakaria dilaporkan ke aparat kepolisian oleh seorang pramugari Sriwijaya Air bernama Febriani. Pemukulan itu terjadi di pesawat bernomor penerbangan SJ 078 tak lama setelah mendarat di Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, Rabu (5/6/2013) sekitar pukul 19.30 WIB. Dalam kasus ini, Zakaria sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan oleh aparat kepolisian. Zakaria dianggap bertanggung jawab karena telah memukulkan gulungan koran ke arah bagian belakang leher korban sehingga menimbulkan bekas kemerahan. Pemukulan tersebut dipicu kekesalan tersangka karena ditegur korban untuk mematikan ponsel saat pesawat akan lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, sekitar satu jam sebelumnya. Upaya damai kedua belah pihak sudah ditempuh dengan permohonan maaf dari Zakaria. Namun, Febriani masih trauma dan tidak terima dengan perlakuan tersebut sehingga kasus ini tetap dibawa ke jalur hukum. (Hendra) Sumber : Bangka Pos/http://regional.kompas.com/read/2013/06/09/15461054/Kasus.Pemukulan.Pramugari.Diambil.Alih.Po lres.Pangkalpinang Editor :Liwon Maulana