Paket Umroh Terbaru

Travel Umroh Resmi Depag RI

Promo Paket Umroh Murah 2017

Paket Umroh Maret 2017

Paket Umroh April 2017

Biaya Umroh Mei 2017

Situs Resmi Umroh Ramadhan

 

 

banner_rekening al hijaz.png banner_al haromal hijaz umro depag.jpg banner_mubarak Plaza umroh depag.jpg banner_muhtara international umroh depag.jpg banner_pull man umrohdepag.jpg banner_umroh-langsung-madinah.png banner_ROMBONGAN UMROH AL HIJAZ 17 DES 16.jpg

TRAVEL UMRAH MEI 2015 JAKARTA BARAT

travel umrah mei 2015 jakarta barat, Kami bagian travel yg menerima dan mengirim umroh setiap bulan dengan resmi, travel umrah mei 2015

travel umrah mei 2015 jakarta barat, umroh aman adalah solusi untuk sayaat ini bukan umroh murah yang kenyataan nya banyak keberangkatan di batalkan. Pilih umroh dengan izin umroh agar lebih terjamin travel umrah mei

travel umrah mei 2015 jakarta barat


MUMBAI, Saco-Indonesia.com - Cabang bulu tangkis akhirnya mengikuti jejeak tenis, rugbi dan kriket dengan menggunakan teknologi "hawk-eye," dengan kamera ultra lambat yang memungkinkan pemain melihat kembali jatuhnya kok. Teknologi ini akan mulai di gunakan di ajang Djarum Indonesia Open Super Series Premier, 10-16 Juni di Istora Gelora Bung Karrno, Jakarta. Dengan teknologi ini, pemain yang merasa dirugikan dengan keputusan penjaga garis dapat melihat kembali posisi jatuhnya kok melalui kamera. Menurut BWF, setiap pemain mendapat hak  melakukan call sebanyak dua kali dalam setiap game. Apabila dua protes tersebut ditolak, ia akan kehilangan hak untuk sisa pertandingan. Sementara apabila diterima, maka ia akan mendapat hak serupa untuk game berikutnya. "Protes atau keberatan harus dilakukan segera setelah  kok mendarat dan diputuskan oleh penjaga garis. Keberatan itu harus dilakukan sebelum wasit memutuskan melanjutkan pertandingan,"demikian pernyataan tertulis federasi bulu tangkis dunia (BWF). Pebulu trangkis utama dunia seperti Lee Chong Wei, Taufik Hidayat dan Saina Nehwal memang telah lama mengajukan persetujuan mereka terhadap penggunaan teknologi ini.  Menurut mereka, penggunaan teknologi ini dapat mencegah keputusan penjaga garis yang terkadang merugikan pemain. Sumber :reuters/Kompas.com Editor :Maulana Lee
saco-indonesia.com, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Idrus Marham pagi ini telah memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia telah tiba di Gedung KPK sekitar puku 08.50 pagi WIB dengan mengenakan kemeja putih dan tidak berkomentar perihal pemeriksaannya. Dia juga akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus yang telah membelit mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar. Ada dua kasus yang telah membelit Akil, yang pertama menyangkut dugaan suap penanganan sengketa Pilkada di MK, dan kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Idrus sendiri juga akan diperiksa terkait dalam kasus penanganan sengketa Pilkada. Sebelumnya, menurut Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, Idrus telah diperiksa KPK untuk dapat mengonfirmasi berbagai hal yang menyangkut kasus yang telah membelit Akil Mochtar. "Mereka diperlukan untuk dapat dikonfirmasi berbagai hal," katanya di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin kemarin. Sejatinya selain Idrus, KPK hari ini juga akan memanggil bendahara umum partai Golkar, Setya Novanto, namun karena ia berhalangan hadir dan akan dijadwal ulang lantaran masih berada di luar negeri. Editor : Dian sukmawati