Paket Umroh Terbaru

Travel Umroh Resmi Depag RI

Promo Paket Umroh Murah 2017

Paket Umroh Maret 2017

Paket Umroh April 2017

Biaya Umroh Mei 2017

Situs Resmi Umroh Ramadhan

 

 

banner_rekening al hijaz.png banner_al haromal hijaz umro depag.jpg banner_mubarak Plaza umroh depag.jpg banner_muhtara international umroh depag.jpg banner_pull man umrohdepag.jpg banner_umroh-langsung-madinah.png banner_ROMBONGAN UMROH AL HIJAZ 17 DES 16.jpg

TRAVEL UMRAH MEI 2015 BEKASI

travel umrah mei 2015 bekasi, Kami ialah travel dan umroh setiap bulan dengan nyaman, travel umrah mei 2015

travel umrah mei 2015 bekasi, umroh aman adalah solusi untuk sayaat ini bukan umroh murah yang kenyataan nya banyak keberangkatan di batalkan. Pilih umroh dengan izin umroh agar lebih terjamin travel umrah mei

travel umrah mei 2015 bekasi


saco-indonesia.com, Penyidik Polrestabes Semarang telah mengantongi dua orang yang diduga telah menjadi calo Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Mereka yang berinisial RM yang berusia (45) tahun , seorang PNS di lingkungan Pemprov Jateng dan SAN yang berusia (50) tahun , seorang PNS di lingkungan Kejaksaan. RM diduga telah menipu Rp 50 juta terhadap DN yang berusia (34) tahun , warga warga Sukorejo, Gajahmungkur dengan telah menjanjikan masuk menjadi PNS di Pemprov Jateng. Sedangkan SAN diduga telah menipu Soekatman yang berusia (72) tahun , dengan meminta uang pelicin sebesar Rp 140 juta, dengan janji cucunya akan bisa menjadi PNS di Kejaksaan. Kami juga akan panggil mereka untuk dapat dimintai keterangan berdasarkan laporan tentang penipuan calo penerimaan CPNS, ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Wika Hardianto saat dikonfirmasi wartawan di Mapolrestabaes Semarang Jl Dr Soetomo, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (2/1). Wika juga menambahkan, dalam melakukan pemeriksaan tersebut , tidak menutup kemungkinan status keduanya tersebut akan menjadi tersangka. Kami juga sudah dapat alat bukti terkait penipuan yang telah merugikan korbannya ratusan juta itu. Sekarang hanya tinggal nunggu penetapan tersangka saja, ujarnya. Terkait laporan bahwa keduanya telah melakukan penipuan, pihaknya juga akan terus menindaklanjuti kasus tersebut yang sudah dilaporkan sejak Selasa (31/12). Akan terus kita tindak dan tidak bisa dibiarkan, karena kalau tidak ditindak bisa terus memakan korban lainnya, jelasnya. Editor : Dian Sukmawati
saco-indonesia.com, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto, telah mengaku pihaknya tidak akan tergesa-gesa dalam melakukan penahanan terhadap Gubernur Banten, Ratu Atut Choysiah. Pasalnya, KPK juga harus memeriksa terlebih dahulu saksi-saksi secara intensif agar bisa melakukan penahanan. “Polanya KPK juga tidak terburu-buru untuk menahan orang. Tapi memeriksa saksi-saksi secara intensif,” kata Bambang melalui pesan singkatnya, Jumat (20/12/2013). Bambang juga mengaku KPK tidak memiliki kekhawatiran Atut akan menghilangkan bukti atas tindakan pidana korupsi maupun Tindakan Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang telah dilakukannya. Pasalnya, KPK juga akan menelusuri harta bendanya mengalir. “Selama ini juga kan KPK tetap berhasil dalam menyita barang-barang mereka. Coba lihat kasus Djoko Susilo,” ucapnya. Sebelumnya, juru bicara KPK, Johan Budi, juga mengungkapkan hanya penyidik yang tahu mengenai informasi kapan Atut akan ditahan. “Belum ada informasi (Atut ditahan atau tidak). Itu penyidik yang tahu,” kata Johan. Seperti yang telah diketahui, hari ini, KPK juga akan memeriksa Atut untuk yang pertama kali dengan statusnya sebagai tersangka. Atut telah menjadi tersangka pada Selasa 17 Desember dengan tuduhan diduga ikut terlibat dalam kasus suap Pilkada Lebak yang menyeret mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar. Atut juga akan ditetapkan menjadi tersangka pada kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan di Banten pada periode 2011-2012. Penetapan tersangka Atut, juga merupakan pengembangan KPK setelah lebih dulu menetapkan adiknya Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan sebagai tersangka suap sengketa Pilkada terhadap Akil. Uang suap senilai Rp1 miliar itu rencananya juga akan diberikan melalui pengacara Susi Tur Andayani. Dalam perkara ini, Atut disangkakan memiliki peran sebagai pihak pemberi suap.  Editor : Dian Sukmawati