Paket Umroh Terbaru

Travel Umroh Resmi Depag RI

Promo Paket Umroh Murah 2017

Paket Umroh Maret 2017

Paket Umroh April 2017

Biaya Umroh Mei 2017

Situs Resmi Umroh Ramadhan

 

 

banner_rekening al hijaz.png banner_al haromal hijaz umro depag.jpg banner_mubarak Plaza umroh depag.jpg banner_muhtara international umroh depag.jpg banner_pull man umrohdepag.jpg banner_umroh-langsung-madinah.png banner_ROMBONGAN UMROH AL HIJAZ 17 DES 16.jpg

TRAVEL UMRAH BULAN MEI TAHUN 2015 JAKARTA UTARA

travel umrah bulan mei tahun 2015 jakarta utara, Kami adalah travel dan berangkat umroh setiap bulan dengan damai, travel umrah bulan mei

travel umrah bulan mei tahun 2015 jakarta utara, umroh aman adalah solusi untuk sayaat ini bukan umroh murah yang kenyataan nya banyak keberangkatan di batalkan. Pilih umroh dengan izin umroh agar lebih terjamin travel umrah bulan

travel umrah bulan mei tahun 2015 jakarta utara


MAKKAH–Pemerintah Arab Saudi tetap menolak permohonan Indonesia untuk tidak menggunakan perluasan wilayah Mina (Mina Jadid) . Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memutuskan bahwa Mina Jadid tetap digunakan sebagai tempat mabit (bermalam) bagi sebagian jamaah asal Indonesia. ”Permintaan Indonesia untuk tak menggunakan Mina Jadid  ditolak oleh Pemerintah Arab Saudi. Kami sendiri tak diberitahu alasan penolakan tersebut,” kata Kepala PPIH Daerah Kerja Madinah, Akhmad Jauhari, Sabtu (5/10), dikutip dari Media Center Haji (MCH). “Dari total 48 maktab yang disediakan untuk Indonesia, 8 maktab di antaranya berada di wilayah Mina Jadid. Artinya, 8 × 3.250 orang, itulah total jamaah asal Indonesia yang akan mabit di Mina Jadid” kata Jauhari. Jauhari menambahkan, pada tahun ini kapasitas setiap maktab mengalami penggemukan. Hal itu mengakibatkan adanya rekonfigurasi penomoran maktab jamaah haji Indonesia di Mina. ”Jumlah maktabnya tetap 48. Namun, kapasitas setiap maktab bertambah, dari semula 2.800 orang menjadi 3.250 orang,” ujarnya. Dengan adanya rekonfigurasi, kata dia, penomoran maktab tidak lagi berurut dari 1 sampai dengan 48 maktab. Karena penambahan kapasitas, distribusi jamaah dalam satu maktab akan ‘memakan’ jatah maktab berikutnya. ”Di Mina itu, areal maktab tak berubah bahkan sudah dipagari. Kapasitasnya pun tetap untuk 2.800 orang. Akibatnya, ada beberapa nomor maktab yang hilang,” ucapnya. Jauhari mencontohkan, sebagian jamaah yang bermukim di maktab 1 akan tinggal di perkemahan yang sebenarnya sudah masuk ke maktab 2, demikian seterusnya. Oleh karena itu, nanti, ada nomor maktab yang ’hilang’ karena lokasinya sudah penuh. Maktab-maktab inilah yang kemudian berubah, tidak lagi sesuai dengan hasil qur’ah (undian). ”Totalnya, terdapat 15 maktab yang berubah, Sumber : http://saharakafila.com Baca Artikel Lainnya : MEKAH DI KUNJUNGGI JEMAAH HAJI DARI BERBAGAI BELAHAN DUNIA
 Melalui pendapatnya, Ibnu Taimiyah melarang kita pergi ke makam Rasulullah jika kita hanya bertujuan untuk memanjatkan doa dan mengharap terkabulnya doa di tempat tersebut atau menganggap bahwa berdoa di makam Rasulullah lebih mudah dikabulkan Allah. Namun jika kita berziarah ke makam beliau, mengucapkan salam kepada penghuni tempat tersebut dan berdoa di sana, maka kita tidak dianggap berbuat syirik atau bid’ah. Pendapat Ibnu Taimiyah itu terdapat dalam kitab lqtidha’ush Shirathil Mustaqim halaman 336, “Yang masuk dalam kategori ini adalah pergi ke kuburan untuk berdoa di sana atau untuk kuburan itu sendiri. Karena berdoa di kuburan atau di tempat-tempat lain terbagi menjadi dua macam; Pertama, berdoa di kuburan karena kebetulan. Misalnya, seseorang berjalan sambil membaca doa, lalu kebetulan ia melewati sebuah kuburan. Di tempat tersebut, orang itu tidak berhenti berdoa. Contoh lain, seseorang memang sengaja berziarah ke kuburan, mengucapkan salam kepada penghuninya, dan berdoa kepada Allah memohon kesehatan dirinya dan si mayit. Berdoa di kuburan seperti dalam contoh- contoh tersebut tidak menjadi masalah. Kedua, sengaja berdoa di makam Rasulullah disertai anggapan bahwa berdoa di tempat tersebut lebih memungkinkan untuk dikabulkan daripada di tempat-tempat yang lain. Berdoa seperti inilah yang dilarang keras. Hukumnya adalah haram mutiak.” Pada halaman 339 di kitab tersebut, Ibnu Taimiyah menerangkan bahwa barangsiapa mengkaji kitab-kitab atsar dan tahu betul ihwal para ulama salaf, dia akan sa- dar bahwa mereka tidak pernah meminta pertolongan di kuburan itu. Mereka tidak mengunjungi kuburan semata- mata untuk berdoa di tempat tersebut. Pendapat Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Menurut Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, sebagian ulama ada yang memperbolehkan bertawasul terhadap orang-orang shaleh, sebagian yang lagi hanya memperbolehkan bertawasul kepada Rasulullah SAW, namun mayoritas ulama melarang hal tersebut dan menganggapnya sebagai perbuatan makruh. Menurutnya, yang benar adalah apa yang disampaikan oleh mayoritas ulama. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab menyatakan bahwa dirinya tidak mengingkari tawasul, sebab tidak ada pengingkaran terhadap hasil ijtihad. Beliau hanya menyatakan bahwa pengingkaran hanya wajib terhadap orang yang menganggap makhluk lebih agung dari Allah SWT. “Kami mengingkari orang yang pergi ke kuburan dan merendahkan diri di hadapan makam Syaikh Abdul Qadiral- Jailani atau yang lainnya, lalu di tempat itu mereka memohon agar dijauhkan dari segala macam musibah, melepas duka cita, dan menggantungkan segala harapan. Perbuatan apa itu semua? Mengapa tidak memohon langsung kepada Allah SWT dengan tulus dan mumi?” Sumber : Republika.co.id Baca Artikel Lainnya : ZIARAH DI MASJID NABAWI