Paket Umroh Terbaru

Travel Umroh Resmi Depag RI

Promo Paket Umroh Murah 2017

Paket Umroh Maret 2017

Paket Umroh April 2017

Biaya Umroh Mei 2017

Situs Resmi Umroh Ramadhan

 

 

banner_rekening al hijaz.png banner_al haromal hijaz umro depag.jpg banner_mubarak Plaza umroh depag.jpg banner_muhtara international umroh depag.jpg banner_pull man umrohdepag.jpg banner_umroh-langsung-madinah.png banner_ROMBONGAN UMROH AL HIJAZ 17 DES 16.jpg

TRAVEL UMRAH BULAN MEI TAHUN 2015 JAKARTA BARAT

travel umrah bulan mei tahun 2015 jakarta barat, Kami adalah travel menerima dan memberangkatkan umroh setiap bulan dengan nyaman, travel umrah bulan mei

travel umrah bulan mei tahun 2015 jakarta barat, umroh aman adalah solusi untuk sayaat ini bukan umroh murah yang kenyataan nya banyak keberangkatan di batalkan. Pilih umroh dengan izin umroh agar lebih terjamin travel umrah bulan

travel umrah bulan mei tahun 2015 jakarta barat


saco-indoneia.com, Selesai sudah perjuangan real madrid di ajang Liga Champions tahun ini. Menang dengan hasil 2-0 pada leg kedua lawan borrusia dortmund tak cukup untuk melanjutkan perjuangan melaju ke babak final. Pasalnya, madrid menelan kekalahan 4-1 pada leg pertama di kandang dortmund. Perjuangan Real Madrid pada pertandingan melawan borussia dortmund patut di acungi jempol, menyerang sejak awal dan mendominasi penguasaan bola 63%-37% sangat menekan pertahanan dortmund. Namun di 45 menit pertama belum menghasilkan gol, 2 peluang yang datang dari C.Ronaldo dan Mezut Ozil belum mendapat hasil yang memuaskan, pun Dortmund juga beberapa kali mampu melakukan serangan balik yang juga belum mendapatkan hasil Gol. Awal mainnya Karim Benzema dan Richardo Kaka' pada pertengahan babak kedua belum berpengaruh banyak, namun Benzema mampu mencetak Gol melalui assist dari Ozil pada menit ke 83, disusul dengan Gol kedua dari kaki Sergio Ramos pada menit 88 melalui assit benzema. Terbatasnya waktu tak mampu membuat gol lagi pada pertandingan Semi Final itu. Dengan usaha keras yang telah dipersembahkan Real Madrid, sebenarnya mampu melanjutkan perjuangannya ke Babak Final, namun usaha saja tak cukup untuk melaju ke babak selanjutnya, madrid butuh SEDIKIT KEBERUNTUNGAN!. Namun keberuntungan berpihak pada Dortmund. Dengan Aggregat 4-3, Dortmund berhak melaju ke Babak Final Liga Champions yang lawannya belum pasti, antara Bayer Munchen atau Barcelona.
Nama Cirebon memang tidak dapat dilepaskan dari kegiatan penyebaran agama Islam di Jawa Barat. Cirebon juga disebut-sebut sebagai salah satu Kota Sunan, karena di kota inilah Sunan Gunung Jati menyebarkan ajaran Islam. Bahkan makam Sunan Gunung Jati yang dikenal pula dengan panggilan Syekh Syarif Hidayatullah (1448 - 1568), terdapat di Cirebon, tepatnya di Desa Astana, Kec. Gunung Jati, Kab. Cirebon. Makam tersebut hanya sekitar tiga km sebelah utara Kota Cirebon. Kawasan makam Sunan Gunung Jati memiliki lahan seluas lima hektare. Selain tempat utama untuk para peziarah, kawasan itu juga dilengkapi tempat pedagang kaki lima, alun-alun, lapangan parkir, dan fasilitas umum lainnya. Cukup banyak warisan Sunan Gunung Jati sebagai seorang wali Allah. Di antaranya Masjid Merah di Kota Cirebon dan Masjid Sunan Gunung Jati di area Keraton Cirebon. Masjid Merah yang telah berusia 500 tahun ini, kental akan corak akulturasi budaya Jawa dan Cina. Kondisi itu setidaknya dapat dilihat dari pemakaian keramik Cina sebagai ornamen interior masjid. Cukup banyak ditemukan keramik di masjid yang terletak di perkampungan Arab, Jln. Panjunan Cirebon tersebut. Lalu mengapa masjid yang banyak dikunjungi peziarah terutama pada 27 Ramadan ini disebut Masjid Merah? Mungkin salah satu alasannya, hampir seluruh bangunan masjid ini memang berwarna merah. Warna ini sangat mendominasi masjid yang sejak awal berdiri sampai sekarang belum belum mengalami perubahan ini. Saat memasukinya, tampak gerbang berbentuk pura. Keunikan lain dari Masjid Merah adalah dinding-dindingnya yang ditempeli berbagai jenis keramik Cina. Konon keramik-keramik tersebut hadiah dari seorang putri Cina bernama Khong In, yang kemudian diperistri Sunan Gunung Jati pada tahun 1460. Saat Ramadan seperti sekarang ini, Masjid Merah selalu menjadi tempat wisata rohani, bukan hanya bagi warga Kota Cirebon. Sebab banyak pula pengunjung yang datang dari berbagai kota lain di Jawa Barat. Bahkan saat memasuki hari ke-27 Ramadan, masjid ini tak pernah sepi pengunjung. Keberadaannya menjadi magnet bagi pengunjung, terutama umat muslim untuk datang dan salat. Tak heran bila salah satu peninggalan fenomenal Sunan Gunung Jati ini dari waktu ke waktu tak pernah sepi pengunjung. Untuk itu, rugi rasanya berkunjung ke Cirebon tanpa mampir ke masjid yang terletak di perkampungan Arab ini. Azan pitu Selain Masjid Merah, peninggalan lainnya dari Sunan Gunung Jati yang kerap dikunjungi yaitu Masjid Sunan Gunung Jati. Keunikan masjid yang dikenal pula dengan sebutan Masjid Sang Ciptarasa ini adalah tiang tatal. Dari 74 tiang yang ada di dalam masjid, salah satunya dirangkai sendiri oleh Sunan Gunung Jati dari potongan-potongan kayu sisa atau tatal. Uniknya, tiang tatal tersebut penuh dengan makna filosofis. Salah satunya filosofi tentang persatuan yang kokoh, walaupun terdiri atas potongan-potongan yang berbeda. Tentu saja filosofi tersebut menandakan betapa Sunan Gunung Jati kala itu memiliki wawasan ke depan. Keunikan lainnya, bila biasanya azan yang menandai datangnya waktu salat dikumandangkan satu orang muazin, di Masjid Sunan Gunung Jati ini, azan dikumandangkan tujuh muazin sekaligus atau azan pitu. Sejatinya, di masjid yang berusia ratusan tahun ini, berbagai tradisi peninggalan salah satu sunan dari sembilan Sunan Walisongo masih tetap dilestarikan. Termasuk upaya melestarikan azan pitu. Biasanya azan pitu ini dilakukan saat datangnya waktu salat Jumat. Ketika salat Jumat dimulai, tujuh muazin pun berbaris. Lalu serentak mereka mengumandangkan azan. Memanggil para jemaah untuk menunaikan kewajiban salat Jumat. Sama seperti azan di masjid-masjid lain, azan pitu di Masjid Sunan Gunung Jati ini tidak mengalami perubahan lafal. Namun karena dikumandangkan tujuh muazin sekaligus, suaranya terasa lebih menggema. Selain itu, Masjid Sang Ciptarasa juga dikenal memiliki air sumur yang bertuah. Warga sekitar banyak yang mencari berkah, menggunakan air tersebut untuk mencuci muka, bahkan ada juga yang membawanya pulang sebagai obat. Percaya atau tidak, kembali pada diri masing-masing. Namun yang jelas, jangan lupa mengunjungi Masjid Sang Ciptarasa bila berkunjung ke Cirebon. Sebab pengalaman spiritual yang diperoleh di masjid ini akan terasa berbeda dan semakin melengkapi kegiatan wisata Ramadan di Cirebon. Selamat mencoba. Sumber : http://www.bandung.eu Baca Artikel Lainnya : PAKET WISATA ROHANI