Paket Umroh Terbaru

Travel Umroh Resmi Depag RI

Promo Paket Umroh Murah 2017

Paket Umroh Maret 2017

Paket Umroh April 2017

Biaya Umroh Mei 2017

Situs Resmi Umroh Ramadhan

 

 

banner_rekening al hijaz.png banner_al haromal hijaz umro depag.jpg banner_mubarak Plaza umroh depag.jpg banner_muhtara international umroh depag.jpg banner_pull man umrohdepag.jpg banner_umroh-langsung-madinah.png banner_ROMBONGAN UMROH AL HIJAZ 17 DES 16.jpg

TRAVEL UMRAH BULAN MEI TAHUN 2015 JAKARTA BARAT

travel umrah bulan mei tahun 2015 jakarta barat, Kami adalah travel menerima dan memberangkatkan umroh setiap bulan dengan nyaman, travel umrah bulan mei

travel umrah bulan mei tahun 2015 jakarta barat, umroh aman adalah solusi untuk sayaat ini bukan umroh murah yang kenyataan nya banyak keberangkatan di batalkan. Pilih umroh dengan izin umroh agar lebih terjamin travel umrah bulan

travel umrah bulan mei tahun 2015 jakarta barat


saco-indonesia.com, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memanggil Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi (MK), Janedjri Mahilli Gaffar, terkait penyidikan dalam kasus suap sengketa pemilihan kepala daerah. Dia juga akan diperiksa sebagai saksi ihwal dugaan suap terhadap Akil Mochtar semasa menjabat Ketua MK. "Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, saat dikonfirmasi, Selasa (24/12/2013). Selain Janedjri, KPK juga akan memeriksa dua pejabat lelang pada Balai Lelang JBA, Ende Mirawan dan Ganda Purba, dan Jacob Anthonius Margarheta selaku manajer Balai Lelang Seras. Mereka juga akan diperiksa terkait dalam kasus tindak pidana pencucian uang Akil Mochtar. Akil telah ditangkap tangan KPK setelah menerima uang Dollar Singapura senilai Rp3 miliar dari anggota DPR, Chairunnisa dan Cornelis Nalau, seorang pengusaha, di kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, 2 Oktober 2013 lalu . Diduga uang itu telah diberi terkait sengketa Pemilihan Kepala Daerah Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Dalam operasi itu, KPK juga turut menangkap Bupati Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Hambith Bintih, dan stafnya, Dhani, di Hotel Redtop, Jakarta Pusat. Setelah itu, Akil juga disangka telah menerima suap sebesar Rp1 miliar dari Tubagus Chairi Wardhana dan pengacara, Susi Tur Andayani, terkait sengketa Pilkada Lebak, Banten. Editor : Dian Sukmawati
Peminat Sekolah Sepakbola (SSB) Bekasi United (BU) begitu besar sejak berada di manajemen baru. Banyak calon siswa BU menyatakan ingin bergabung ke SSB di bawah manajemen Radar Bekasi dan GoBekasi.com ini. Namun, pada tiga bulan ini, manajemen BU masih menutup pintu untuk siswa baru. ''Terima kasih kepada calon siswa atau orangtua yang ingin bergabung di SSB BU. Namun, kami belum membuka pendaftaran siswa baru pada tahap reorganisasi ini,'' kata Ketua Umum Bekasi United, M Fajar, kemarin. BU memilih untuk berkonsentrasi terlebih dulu merapikan sistem administrasi, pola pembinaan terbaik, dan target jangka menengah. Jika semuanya sudah rapi dan menemukan sistem pembinaan berkarakter untuk siswa BU, baru kami membukakan pintu untuk siswa baru. ''Sejak awal tujuan kami jelas. Kami tidak perlu siswa banyak. Kami hanya ingin siswa-siswa BU mendapat pendidikan sepakbola yang benar dan baik,'' kata Fajar. Seperti apa pendidikan sepakbola yang baik dan benar itu? Itu yang terus dipetakan manajemen baru. Namun yang pasti, Bekasi United terus membenahi administrasi, belajar ke berbagai SSB yang sudah lebih dulu profesional, dan tentu saja menemukan pelatih-pelatih yang memahami betul pendidikan SSB. Saat ini saja, manajemen BU lebih memilih berkonsentrasi pada 30 siswa yang sudah lebih dulu masuk. Tahun ini, para siswa terpilih akan diajak keliling ke berbagai SSB di Jawa Barat dan Jawa Timur untuk melakukan serangkaian study tour. ''Mereka akan ikut serta berlatih di SSB yang akan kami singgahi. Minimal tiga hari study tour ini agar siswa menemukan spirit baru sesungguhnya sepakbola. Harapan kami, siswa yang bergabung di SSB Bekasi United paham betul kata totalitas, integritas, dan profesionalisme dalam dunia sepakbola,'' kata M Fajar. (gbs)