Paket Umroh Terbaru

Travel Umroh Resmi Depag RI

Promo Paket Umroh Murah 2017

Paket Umroh Maret 2017

Paket Umroh April 2017

Biaya Umroh Mei 2017

Situs Resmi Umroh Ramadhan

 

 

banner_rekening al hijaz.png banner_al haromal hijaz umro depag.jpg banner_mubarak Plaza umroh depag.jpg banner_muhtara international umroh depag.jpg banner_pull man umrohdepag.jpg banner_umroh-langsung-madinah.png banner_ROMBONGAN UMROH AL HIJAZ 17 DES 16.jpg

TRAVEL UMRAH BULAN MEI TAHUN 2015 JAKARTA BARAT

travel umrah bulan mei tahun 2015 jakarta barat, Kami adalah travel menerima dan memberangkatkan umroh setiap bulan dengan nyaman, travel umrah bulan mei

travel umrah bulan mei tahun 2015 jakarta barat, umroh aman adalah solusi untuk sayaat ini bukan umroh murah yang kenyataan nya banyak keberangkatan di batalkan. Pilih umroh dengan izin umroh agar lebih terjamin travel umrah bulan

travel umrah bulan mei tahun 2015 jakarta barat


saco-indonesia.com, Hujan deras yang telah mengguyur wilayah selatan Jakarta telah membuat arus lalu lintas semrawut. Kemacetan tak hanya terjadi di jalan utama saja namun juga berimbas ke jalur alternatif menuju Jakarta. Seperti yang telah terjadi di Jalan Karang Tengah, Lebak Bulus Jakarta Selatan. Jalur yang biasa digunakan sebagai jalan alternatif warga yang ingin ke wilayah selatan Jakarta ini juga macet parah. Bahkan, kendaraan roda empat yang telah melintas di wilayah itu stuck selama dua jam. Kondisi cuaca di wilayah itu yang gerimis kian telah menambah acakadutnya jalanan ibukota di pagi ini. "Saya juga sudah dua jam stuck di sini. Saya mau ke arah Pondok Labu," kata seorang pengendara Eko kepada Okezone, selasa (4/2/2014). Namun untuk jalur sebaliknya terlihat lancar. Sayangnya kepadatan kendaraan yang telah melintas di Karang Tengah tidak dibarengi dengan petugas pengatur lalu lintas. Sehingga jalanan semakin mampet. Saat ini hujan juga telah mengguyur wilayah Sawangan, Depok. Akibatnya, Jalan Raya Sawangan yang biasa digunakan warga dari arah Parung dan Sawangan untuk menuju Jakarta juga menjadi tersendat. Editor : Dian Sukmawati
saco-indonesia.com, Grup Telkom telah tercatat sebagai penguasa frekuensi di Indonesia karena saat ini telah memiliki lebar spektrum hingga 325MHz. Hal tersebut dari riset yang telah dipublikasikan Indonesia ICT Institute, pekan lalu. Frekuensi milik Grup Telkom tersebar pada layanan Flexi, satelit, BWA, dan anak usahanya, Telkomsel. Untuk Flexi, Telkom telah memiliki 5MHz di pita 850MHz, satelit selebar 200MHz di pita 3,5MHz dan BWA di pita 2,3GHz selebar 75MHz. Meskipun Telkom telah menyatakan sudah mengembalikan frekuensi di pita 2,3GHz, namun tak jelas berapa sebenarnya lebar spektrum yang telah dikembalikan BUMN telekomunikasi itu. Sementara Telkomsel saat ini telah menguasai total frekuensi selebar 5MHz, sama dengan yang telah dimiliki XL. Sehingga dua operator seluler itu saat ini telah menjadi pemilik terbesar frekuensi seluler.   Komisi I DPR berteriak soal frekuensi yang dikatakan juga merupakan sumber daya yang pengalokasianya perlu dilakukan secara berhati-hati. Apa yang disampaikan DPR ini memang telah menjadikan frekuensi sebagai isu yang menjadi buah bibir beberapa waktu terakhir ini, terutama pasca konsolidasi sejumlah operator seperti XL dengan Axis. Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementeri Kominfo M. Budi Setiawan, beberapa operator sudah memasuki zona merah alias kekurangan frekuensi sehingga penataan frekuensi telah menjadi cukup mendesak. Saat ini operator dengan menggunakan frekuensi dalam rentang 450MHz hingga 3,5GHz, frekuensi-frekuensi yang dapat dipakai untuk broadband nirkabel, meski 2,6 serta 3,5GHz dipakai TV berlangganan berbasis satelit. Selain alokasi tiap entitas operator, Indonesia ICT Institute juga telah mengumpulkan alokasi frekuensi berdasar grup atau konsolidasi yang sudah terjadi, seperti Bakrie Telecom yang telah membeli Sampoerna Telecom Indonesia dan Reka Jasa Akses (REJA) dicoba dikelompokan sebagai Bakrie Telecom, kemudian PT Telkom dan PT Telkomsel, ada juga Indosat dan IM2, serta Sinar Mas yang telah memiliki SmartFren dan SmartTelecom. Editor : Dian Sukmawati