Paket Umroh Terbaru

Travel Umroh Resmi Depag RI

Promo Paket Umroh Murah 2017

Paket Umroh Maret 2017

Paket Umroh April 2017

Biaya Umroh Mei 2017

Situs Resmi Umroh Ramadhan

 

 

banner_rekening al hijaz.png banner_al haromal hijaz umro depag.jpg banner_mubarak Plaza umroh depag.jpg banner_muhtara international umroh depag.jpg banner_pull man umrohdepag.jpg banner_umroh-langsung-madinah.png banner_ROMBONGAN UMROH AL HIJAZ 17 DES 16.jpg

TRAVEL UMRAH BULAN MEI TAHUN 2015 JAKARTA

travel umrah bulan mei tahun 2015 jakarta, Kami ialah travel yg dan umroh setiap bulan dengan resmi, travel umrah bulan mei

travel umrah bulan mei tahun 2015 jakarta, umroh aman adalah solusi untuk sayaat ini bukan umroh murah yang kenyataan nya banyak keberangkatan di batalkan. Pilih umroh dengan izin umroh agar lebih terjamin travel umrah bulan

travel umrah bulan mei tahun 2015 jakarta


saco-indonesia.com, Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, akan terancam dijerat dengan Pasal Tindak Pidana Pencucian Uang. Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Adnan Pandu Praja, juga menyatakan pihaknya sudah menerima Laporan Hasil Analisa (LHA) transaksi mencurigakan Ratu Atut dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan. "Sudah, sudah ada (LHA rekening Ratu Atut)," kata Adnan Pandu Praja di kantornya, Jakarta, Senin (23/12/2013). Menurut Adnan, KPK telah mencium adanya transaksi yang mencurigakan dari rekening Atut. "Ya sebenarnya, semuanya kan kita akan TPPU-kan. Prinsipnya gitu," ujar Adnan. KPK telah menahan Gubernur banten Ratu Atut chosiyah di Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur, karena diduga turut terlibat dalam kasus penanganan sengketa Pilkada Lebak, Banten, di Mahkamah Konstitusi. Ratu Atut bersama adiknya, Tubagus Chairi Wardana, diduga telah memberi suap Rp1 miliar kepada Akil Mochtar semasa menjadi Ketua MK demi untuk memberikan putusan yang menguntungkan pasangan Calon Bupati Amir Hamzah dan M Kasmin. Editor : Dian Sukmawati
BANDUNG, Saco-Indonesia.com - Sementara sebagian penduduk Jakarta mengutuk musibah banjir yang terjadi hampir setiap datangnya hujan besar, penduduk di wilayah lain justeru menghadapi bahaya kekeringan. Hal ini terungkap dalam penyampaian makalah di Sidang Kolokium Puslitbang Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Rabu (15/5/2013). Perubahan intensitas kekeringan tersebut menimbulkan kerentanan terhadap sektor pertanian, terutama padi dan palawija. -- Wanny M Putuhena Subjek mengenai kekeringan ini disampaikan oleh Wanny K. Adidarma berdasakan makalah berjudul "Perubahan Ciri Kekeringan Pertanian di Pulau Jawa". Makalah tersebut merupakan karyanya bersama William M. Putuhena. Wanny mengatakan, karakteristik musibah kekeringan jauh berbeda dengan musibah banjir. Musibah banjir dapat diantisipasi dengan tindakan-tindakan spontan, sementara kekeringan dapat datang perlahan-lahan tanpa mampu diantisipasi. Inilah jenis bencana yang seringkali mengalami overlapping dengan pemberitaan bencana banjir. Padahal, keduanya merupakan musibah berbahaya. "Dampak dari perubahan iklim terhadap kekeringan sudah mulai terasa di beberapa wilayah di Indonesia. Perubahan intensitas kekeringan tersebut menimbulkan kerentanan terhadap sektor pertanian, terutama padi dan palawija," ujar Wanny. Untuk membuktikan hal tersebut, Wanny melakukan penelitian di lima lokasi. Kelimanya yaitu, wilayah Cidanau Cilisung Ciliman, wilayah Cirebon, Pemali Comal beserta Daerah Aliran Sungai (DAS) Pemali dan DAS Comal, DAS Solo Hulu, dan wilayah Kedu. Kajian dilakukan oleh Wanny dan William itu menyiratkan bahwa jenis kekeringan pertanian mempunyai hubungan dengan dampaknya. Kekeringan pertanian digambarkan oleh intensitas kekeringan yang pada umumnya kurang dari 220mm/bulan dan durasi kekeringan kurang dari sembilan bulan. Selama dua hingga tiga dasawarsa terakhir, intensitas kekeringan mengalami perubahan jika dibandingkan dengan durasi kekeringan terutama bagi tanaman padi. Kekeringan untuk padi yang terjadi pada tahun-tahun kering sifatnya lebih merata secara ruang dibandingkan kekeringan untuk palawija. "Kekeringan pertanian terjadi karena kurangnya hujan bulanan, padahal kebutuhan air lebih banyak," kata Wanny. Perubahan ciri kekeringan pertanian terjadi dalam bentuk pergeseran tingkat keparahan, makin besar periode ulang, artinya semakin parah. Sementara itu, setiap wilayah juga memiliki perubahan berbeda, namun secara garis besar tingkat kekeringan semakin parah. Lewat penelitian dan pemantauan yang dilakukan oleh Wanny dan William, tampak tren terjadinya kekeringan di wilayah-wilayah sampel tersebut. "Kalau kita tahu dengan pasti intensitasnya berapa, kita bisa tahu kapan kekeringan dapat terjadi," ujarnya.   Editor :Liwon Maulana(galipat) sumber:Kompas.com