Paket Umroh Terbaru

Travel Umroh Resmi Depag RI

Promo Paket Umroh Murah 2017

Paket Umroh Maret 2017

Paket Umroh April 2017

Biaya Umroh Mei 2017

Situs Resmi Umroh Ramadhan

 

 

banner_rekening al hijaz.png banner_al haromal hijaz umro depag.jpg banner_mubarak Plaza umroh depag.jpg banner_muhtara international umroh depag.jpg banner_pull man umrohdepag.jpg banner_umroh-langsung-madinah.png banner_ROMBONGAN UMROH AL HIJAZ 17 DES 16.jpg

TRAVEL UMRAH BULAN MEI 2015 DEPOK

travel umrah bulan mei 2015 depok, Kami merupakan travel yang dan mengirim umroh setiap bulan dengan legal, travel umrah bulan mei

travel umrah bulan mei 2015 depok, umroh aman adalah solusi untuk sayaat ini bukan umroh murah yang kenyataan nya banyak keberangkatan di batalkan. Pilih umroh dengan izin umroh agar lebih terjamin travel umrah bulan

travel umrah bulan mei 2015 depok


HADITS - HADITS TENTANG BERPUASA DI BULAN RAJAB Oleh: Ust. Farid Nu'man Islamedia - Beberapa hari ini, kami mendapatkan beberapa pertanyaan tentang banyaknya beredarnya SMS dan BBM (Blackberry Messanger) yang menyebutkan keutamaan berpuasa pada bulan Rajab, dengan fadhilah yang “wow” dan bombastis. Sayangnya SMS dan BBM tersebut tidak menyebutkan sumber nukilan dari mana hadits-hadits itu berasal. Pertanyaan ini, selalu berulang dari tahun ke tahun, tahun lalu … tahun lalu … terus begitu, kami mendapatkan pertanyaan serupa setiap menjelang atau awal bulan Rajab. Berikut ini akan kami paparkan perkataan para Imam tentang hadits-hadits keutamaan puasa pada bulan Rajab. Semoga ini bisa diambil manfaatnya bagi siapa saja yang objektif dan mau menerima kebenaran. * * * 1. Imam Ibnu Hajar Al ‘Asqalani Rahimahullah mengatakan: قال ابن حجر : لم يرد في فضله، ولا في صيامه، ولا في صيام شئ منه معين، ولا في قيام ليلة مخصوصة منه، حديث صحيح يصلح للحجة. “Tidak ada hadits yang menyebutkan keutamaannya, tidak pula keutamaan puasanya, tidak ada puasa khusus pada Rajab, tidak juga shalat malam secara khusus, dan hadits shahih lebih utama dijadikan hujjah (dalil).”[1] Imam Ibnu Hajar juga berkata dalam Kitab Tabyinul ‘Ajab, sebagaimana dikutip oleh Imam Abdul Hay Al Luknawi: أما الأحاديث الواردة في فضل رجب أو صيامه أو صيام شيء منه فهي على قسمين ضعيفة وموضوعة “Adapun hadits-hadits yang ada tentang keutamaan Rajab atau puasanya atau sedikit puasa pada bulan Rajab, terdiri atas dua bagian; yaitu dhaif (lemah) dan maudhu’ (palsu).”[2] 2. Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah berkata: وصيام رجب، ليس له فضل زائد على غيره من الشهور، إلا أنه من الاشهر الحرم. ولم يرد في السنة الصحيحة: أن للصيام فيه فضيلة بخصوصه، وأن ما جاء في ذلك مما لا ينتهض للاحتجاج به Puasa Rajab, tidak memiliki kelebihan apa pun dibanding bulan-bulan lainnya, hanya saja dia termasuk bulan-bulan haram. Tidak ada dalam sunah yang shahih tentang bahwa puasa pada bulan tersebut memiliki keutamaan khusus, ada pun riwayat yang ada menyebutkan tentang hal itu tidak kuat dijadikan sebagai hujjah.[3] 3. Imam Al Munawi Rahimahullah berkata: بل عامة الأحاديث المأثورة فيه عن النبي صلى الله عليه وسلم كذب “Bahkan Umumnya hadits-hadits tentang keutamaan Rajab adalah dusta.”[4] Sebagai contoh: “Sesungguhnya di surga ada sungai bernama Rajab, airnya lebih putih dari susu dan rasanya lebih manis dari madu. Barangsiapa yang berpuasa Rajab satu hari saja, maka Allah akan memberikannya minum dari sungai itu.”[5] “Ada lima malam yang doa tidak akan ditolak: awal malam pada bulan Rajab, malam nishfu sya’ban, malam Jumat, malam idul fitri, dan malam hari raya qurban.”[6] “Rajab adalah bulannya Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku.”[7] “Dinamakan Rajab karena di dalamnya banyak kebaikan yang diagungkan (yatarajjaba) bagi Sya’ban dan Ramadhan.”[8] Dan masih banyak lagi yang lainnya, seperti shalat raghaib (12 rakaat) pada hari kamis ba’da maghrib di bulan Rajab (Ini ada dalam kitab Ihya Ulumuddin-nya Imam Al Ghazali). Segenap ulama seperti Imam An Nawawi mengatakan ini adalah bid’ah yang buruk dan munkar, juga Imam Ibnu Taimiyah, Imam Ibnu Nuhas, dan lainnya mengatakan hal serupa). Imam An Nawawi juga menyebut tidak ada yang shahih tentang puasa Rajab dan keutamannya, seperti yang akan nanti kami kutipkan. Sekedar Ingin Berpuasa Di Bulan Rajab? Boleh! Walau demikian, tidak berarti kelemahan semua riwayat ini menunjukkan larangan ibadah-ibadah secara global. Melakukan puasa, sedekah, memotong hewan untuk sedekah, dan amal shalih lainnya adalah perbuatan mulia dan dianjurkan, kapan pun dilaksanakannya termasuk bulan Rajab (kecuali puasa pada hari-hari terlarang puasa). Tidak mengapa puasa pada bulan Rajab, seperti puasa senin kamis dan ayyamul bidh(tanggal 13,14,15 bulan hijriah), sebab ini semua memiliki perintah secara umum dalam syariat. Tidak mengapa sekedar memotong hewan untuk disedekahkan, yang keliru adalah meyakini dan MENGKHUSUSKAN ibadah-ibadah ini dengan fadhilah tertentu yang hanya bisa diraih di bulan Rajab, dan tidak pada bulan lainnya. Jika seperti ini, maka membutuhkan dalil shahih yang khusus, baik Al Quran atau As Sunnah yang shahih. Imam An Nawawi Rahimahullah mengatakan: وَلَمْ يَثْبُت فِي صَوْم رَجَب نَهْيٌ وَلَا نَدْبٌ لِعَيْنِهِ ، وَلَكِنَّ أَصْلَ الصَّوْمِ مَنْدُوبٌ إِلَيْهِ ، وَفِي سُنَن أَبِي دَاوُدَ أَنَّ رَسُول اللَّه صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَدَبَ إِلَى الصَّوْم مِنْ الْأَشْهُر الْحُرُم ، وَرَجَب أَحَدهَا . وَاَللَّهُ أَعْلَمُ . “Tidak ada yang shahih tentang larangan berpuasa pada bulan Rajab, dan tidak shahih pula mengkhususkan puasa pada bulan tersebut, tetapi pada dasarnya berpuasa memang hal yang disunahkan. Terdapat dalam Sunan Abu Daud bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallammenganjurkan berpuasa pada asyhurul hurum (bulan-bulan haram), dan Rajab termasuk asyhurul hurum. Wallahu A’lam.[9] Hadits yang dimaksud Imam An Nawawi berbunyi: عَنْ مُجِيبَةَ الْبَاهِلِيَّة ;ِ عَنْ أَبِيهَا أَوْ عَمِّهَا أَنَّهُ أَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ انْطَلَقَ فَأَتَاهُ بَعْدَ سَنَةٍ وَقَدْ تَغَيَّرَتْ حَالُهُ وَهَيْئَتُهُ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَمَا تَعْرِفُنِي قَالَ وَمَنْ أَنْتَ قَالَ أَنَا الْبَاهِلِيُّ الَّذِي جِئْتُكَ عَامَ الْأَوَّلِ قَالَ فَمَا غَيَّرَكَ وَقَدْ كُنْتَ حَسَنَ الْهَيْئَةِ قَالَ مَا أَكَلْتُ طَعَامًا إِلَّا بِلَيْلٍ مُنْذُ فَارَقْتُكَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِمَ عَذَّبْتَ نَفْسَكَ ثُمَّ قَالَ صُمْ شَهْرَ الصَّبْرِ وَيَوْمًا مِنْ كُلِّ شَهْرٍ قَالَ زِدْنِي فَإِنَّ بِي قُوَّةً قَالَ صُمْ يَوْمَيْنِ قَالَ زِدْنِي قَالَ صُمْ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ قَالَ زِدْنِي قَالَ صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ وَقَالَ بِأَصَابِعِهِ الثَّلَاثَةِ فَضَمَّهَا ثُمَّ أَرْسَلَهَا Dari Mujibah Al Bahili, dari ayahnya, atau pamannya, bahwasanya dia memdatangi Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, lalu dia pergi. Kemudian mendatangi lagi setelah satu tahun lamanya, dan dia telah mengalami perubahan baik keadaan dan penampilannya. Dia berkata: “Wahai Rasulullah, apakah kau mengenali aku?” Nabi bertanya: “Siapa kamu? ” Al Bahili menjawab: “Saya Al Bahili yang datang kepadamu setahun lalu.” Nabi bertanya:: “Apa yang membuatmu berubah, dahulu kamu terlihat baik-baik saja?” Al Bahili menjawab: “Sejak berpisah denganmu, saya tidak makan kecuali hanya malam.” Bersabda Rasulullah: “Kanapa kamu siksa dirimu?”, lalu bersabda lagi: “Puasalah pada bulan kesaabaran, dan sehari pada tiap bulannya.” Al Bahili berkata: “Tambahkan, karena saya masih punya kekuatan.” Beliau bersabda: “Puasalah dua hari.” Beliau berakata: “Tambahkan.” Beliau bersabda: “Puasalah tiga hari.” Al Bahili berkata: “Tambahkan untukku.” Nabi bersabda: “Puasalah pada bulan-bulan haram, dan tinggalkanlah (sebagiannya), Puasalah pada bulan-bulan haram, dan tinggalkanlah (sebagiannya), Puasalah pada bulan-bulan haram, dan tinggalkanlah (sebagiannya). Beliau berkata dengan tiga jari hemarinya, lalu menggenggamnya kemudian dilepaskannya. [10] Wallahu A’lam [1] Dikutip oleh Syaikh Sayyid Sabiq dalam Fiqhus Sunnah, 1/453 [2] Al Atsar Al Marfu’ah fil Akhbar Al Maudhu’ah, hal. 59 [3] Fiqhus Sunnah, 1/453 [4] Faidhul Qadir, 4/24 [5] Status hadits: batil. Lihat As Silsilah Adh Dhaifah No. 1898. Imam Ibnul Jauzi mengatakan: tidak shahih. Imam Adz Dzahabi mengatakan: batil. Lihat Syaikh Muhammad bin Darwisy bin Muhammad, Asnal Mathalib, Hal. 86 [6] Status hadits: Maudhu’(palsu). As Silsilah Adh Dhaifah No. 1452. Lihat juga Syaikh Khalid bin Sa’ifan, Ma Yatanaaqaluhu Al ‘Awwam mimma Huwa Mansuub li Khairil Anam, Hal. 14 [7] Status hadits: Dhaif (lemah). Lihat As Silsilah Adh Dhaifah No. 4400. Imam Al Munawi mengutip dari Imam Zainuddin Al ‘Iraqi mengatakan: dhaif jiddan – sangat lemah. LihatFaidhul Qadir, 4/24 [8] Status hadits: Maudhu’ (palsu). As Silsilah Adh Dhaifah No. 3708. Lihat juga Imam As Suyuthi, Al Jami’ Ash Shaghir No. 4718 [9] Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 8/39 [10] HR. Abu Daud No. 2428, Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra No. 8209, juga Syu’abul Iman No. 3738. Syaikh Sayyid Sabiq mengatakan: sanadnya jayyid. Lihat Fiqhus Sunnah, 1/453. Namun Syaikh Al Albani mendhaifkan dalam berbagai kitabnya, seperti Dhaif Abi Daud, Tahqiq Riyadhish Shalihin, dan lain-lain
  Gunung Tangkuban Perahu adalah salah satu gunung berapi yang masih aktif hingga kini yang telah terletak di daerah Lembang, Jawa Barat, Indonesia. Gunung Tangkuban Perahu tingginya telah mencapai 2.084 meter (6.837 kaki) dan bentuk dari Gunung Tangkuban Perahu ini adalah stratovulcano dengan pusat erupsi yang telah berpindah dari timur menuju barat. Gunung Tangkuban Perahu terakhir kali meletus pada tahun 2013 lalu. Jenis batuan yang di keluarkan Gunung Tangkuban Perahu melalui letusannya kebanyakan adalah lava dan sulfur. Mineral yang telah dikeluarkan oleh Gunung Tangkuban Perahu adalah berupa sulfur belerang. Di saat tidak aktif, mineral yang telah dikeluarkan oleh Gunung Tangkuban Perahu adalah berupa uap belerang. Gunung Tangkuban Perahu Gunung Tangkuban Perahu Kawasan wisata Gunung Tangkuban Perahu dikelola oleh perum perhutanan. Tempat Wisata Gunung Tangkuban Perahu telah memiliki suhu rata-rata setiap harinya adalah 17 derajat C pada siang hari dan pada malam hari bisa mencapai suhu rata-rata 2 derajat C. Gunung Tangkuban Perahu juga memiliki kawasan perhutanan seperti hutan dipterokarp bukit, hutan dipterokarp atas, hutan montane, dan yang terakhir ialah hutan ericaceous atau lebih dikenal dengan sebutan hutan gunung. Gunung Tangkuban Perahu juga sering dikaitkan dengan lagenda Sangkuriang, pasti anda juga sudah tau ceritanya bukan. Bagi yang masih belum tau ceritanya akan saya coba ceritakan ulang lagenda Sangkuriang, secara singkatnya sih ceritanya “Sangkuriang mencintai ibunya sendiri yaitu Dayang Sumbi. Dayang sumbi pun telah mendapatkan cara untuk menggagalkan niat Sangkuriang yang mau menikahinya yaitu dengan mengajukan persyaratan sangkuriang harus membuat perahu dalam waktu semalam. Ketika usaha Sangkuriang untuk membuat perahu dalam semalam gagal, Sangkuriang pun marah dan ia menendang perahu yang dia buat tadi hingga terbalik. Perahu inilah yang kemudian menjadi Gunung Tangkuban Perahu.” Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Perahu Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Perahu Gunung Tangkuban Perahu juga merupakan salah satu gunung berapi yang masih aktif yang statusnya diawasi terus oleh Direktorat Vulkanologi Indonesia. Beberapa kawah di kawasan wisata Gunung Tangkuban Perahu masih telah menunjukkan bahwa gunung ini masih aktif dengan tanda-tanda keaktifannya yaitu munculnya gas belerang dan sumber-sumber air panas di kaki gunungnya seperti halnya di Kasawan Ciater, Subang. Tapi jangan salah, walaupun Gunung Tangkuban Perahu merupakan gunung berapi yang masih aktif bukan berarti tidak ada orang yang mau berwisata ke gunung ini. Justru tempat wisata Gunung Tangkuban Perahu sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun asing. Obyek wisata yang bisa anda kunjungi saat berada di kawasan wisata Gunung Tangkuban Perahu seperti Kawah Ratu, Kawah Upas, Kawah Domas dan Kawah Jurig. Kawah Ratu Tangkuban Perahu Kawah Ratu Tangkuban Perahu Apa yang menarik dari Gunung Tangkuban Perahu ini? Gunung Tangkuban Perahu juga merupakan salah satu tempat wisata alam yang juga telah memacu adrenalin. Keindahan alam yang sangat jarang anda temukan akan anda temukan di sini. Di kawasan wisata Gunung Tangkuban Perahu anda juga dapat merasakan keindahan alam yang masih terjaga kealamiannya hingga saat ini. Berjalan menjelajahi hutan di daerah Gunung Tangkuban Perahu dan merasakan dahsyatnya suasana di dekat gunung berapi. Gunung Tangkuban Perahu juga merupakan tempat wisata alam yang sangat cocok untuk anda berlibur bersama keluarga maupun sahabat anda sambil berfoto di kawasan gunung berapi. Hal ini juga merupakan kejadian langka dan dapat anda jadikan kenang-kenangan seumur hidup. Jika anda ingin berkunjung ke Gunung Tangkuban Perahu jangan takut, karena nanti akan ada pemandu yang siap memandu anda. Untuk sampai ke obyek wisata Gunung Tangkuban Perahu, anda bisa berangkat dari kota Bandung menuju arah utara (arah Subang). Kurang lebih berjarak 20 km dari pusat kota Bandung. Banyak angkutan umum yang siap mengantar anda menuju wisata alam Gunung Tangkuban Perahu ini.