Paket Umroh Terbaru

Travel Umroh Resmi Depag RI

Promo Paket Umroh Murah 2017

Paket Umroh Maret 2017

Paket Umroh April 2017

Biaya Umroh Mei 2017

Situs Resmi Umroh Ramadhan

 

 

banner_rekening al hijaz.png banner_al haromal hijaz umro depag.jpg banner_mubarak Plaza umroh depag.jpg banner_muhtara international umroh depag.jpg banner_pull man umrohdepag.jpg banner_umroh-langsung-madinah.png banner_ROMBONGAN UMROH AL HIJAZ 17 DES 16.jpg

TRAVEL UMRAH BULAN MEI 2015 BOGOR

travel umrah bulan mei 2015 bogor, Kami ialah travel nan dan mengirim umroh setiap bulan dengan nyaman, travel umrah bulan mei

travel umrah bulan mei 2015 bogor, umroh aman adalah solusi untuk sayaat ini bukan umroh murah yang kenyataan nya banyak keberangkatan di batalkan. Pilih umroh dengan izin umroh agar lebih terjamin travel umrah bulan

travel umrah bulan mei 2015 bogor


Saco-Indonesia.com - Telah ditetapkan tarif nikah dan gratifikasi penghulu sempat menuai polemik. Sekjen Kementerian Agama (Kemenag) Bahrul Hayat berharap masalah tarif nikah selesai pada Februari. Dia juga berharap ada tarif tunggal atau single tarif untuk biaya nikah. "Tarif yang berbeda atau multi tarif berpotensi menimbulkan kecurigaan terhadap penghulu menerima gratifikasi," kata Bahrul Hayat di Jakarta, Kamis (30/1). Tarif tunggal nikah merupakan biaya yang diberikan pemerintah kepada penghulu yang besarannya sama untuk wilayah Indonesia. Kemenag menetapkan sebesar Rp 600 ribu per pernikahan. Sedangkan multi tarif, besarannya bervariasi tergantung lokasi, waktu dan tempat perhelatan pernikahan. Polemik biaya nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) sempat mengemuka dan menjadi polemik lantaran penghulu dituduh menerima gratifikasi. Sebelumnya penghulu se-Indonesia telah melakukan pertemuan dengan Menteri Agama Suryadharma Ali pada akhir Desember 2013 di Jakarta terkait regulasi penghulu menghadiri pernikahan di luar KUA. Saat itu mereka minta agar Kemenag segera mengeluarkan regulasi biaya nikah yang akan menjadi payung hukum bagi KUA dalam pelayanan nikah. Menurut Bahrul Hayat, pihaknya telah membahas masalah itu dengan Menko Kesra Agung Laksono. Diharapkan medio Februari 2014 sudah dikeluarkan aturan dan besaran tarifnya. Dia menyebut sekitar Rp 600 ribu/pernikahan. Mengingat wilayah geografis Indonesia di tiap daerah berbeda, berbukit dan jauh, termasuk wilayah kepulauan, menurut Sekjen Kemenag itu, tentu faktor hal itu menjadi perhatian. Tarifnya akan disesuaikan dan jika ada tambahan transportasi tentu ada penggantian. Namun ia mengimbau untuk wilayah kepulauan, untuk pernikahan hendaknya dapat dijadwalkan dengan baik. Mengingat hambatan transportasi berupa angin dan ombak harus pula menjadi perhatian untuk keselamatan bersama. Sumber:kompas.com Editor : Maulana Lee
saco-indonesia.com, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan berencana menggunakan angkutan umum sesuai dengan Instruksi Gubernur Nomor 150 Tahun 2013 tentang pelarangan kendaraan bermotor bagi PNS Pemprov DKI di hari Jumat pada pekan pertama setiap bulannya. Bahkan, Ahok berencana untuk dapat mengajak seluruh penghuni kompleks yang berada di jalur tersebut untuk ikut naik bus menuju kantornya masing-masing. Seperti yang telah diketahui, Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah menyediakan 18 unit Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB) dari Pantai Indah Kapuk menuju Monumen Nasional. "Benar mau ajak teman-teman yang di perumahan untuk mau naik bus. Jumat (07/2) besok fixed pake BKTB," ujar Ahok di Balai Kota, Selasa (4/2). Ahok juga mengaku akan memantau terus respons dari masyarakat di daerah tersebut terhadap BKTB. Mantan bupati Belitung Timur ini juga menambahkan adanya BKTB untuk daerah perumahan kompleks menengah ke atas akan mengalihkan warga yang berada di daerah tersebut untuk pindah ke angkutan umum. "Ini maksa orang secara halus. Kalau naik bus lebih cepat, maka saya akan turun dari mobil saya. Terutama tiap Jumat pertama awal bulan," kata Ahok. Sebelumnya, pada bulan Januari lalu, Ahok juga tetap menggunakan mobil dinasnya untuk pergi ke Kantor Balaikota, Jakarta Pusat. Ahok telah beralasan tidak efisien jika dirinya harus naik angkutan umum lantaran pada saat itu bus sedang yang melewati jalur rumah Ahok belum ada. Selain itu, lanjut Ahok, dengan menggunakan angkutan umum akan memakan waktur lama karena Ahok juga harus berganti-ganti jalur Transjakarta. Namun, Ahok juga pernah menggunakan bus Transjakarta pada Rabu (15/1) malam lalu. Saat itu, Ahok terjebak macet dan Ahok turun dari kendaraan pribadinya untuk menggunakan bus Transjakarta. Ahok naik dari Halte Sarinah menuju Halte Transjakarta Ratu Plaza. Ahok juga bercerita pada saat itu bus Transjakarta yang dinaikinya kosong sehingga dia duduk di paling belakang. Namun, tidak ada masyarakat yang mengenali Ahok karena Ahok memakai pakaian biasa bukan pakaian dinas. "Saya duduk karena kosong, ada yang bilang 'Pak, Pak, ini buat perempuan, Pak.' Dia nggak ngenalin aku kan soalnya. Aku kan tidak tahu. Aku kan nyelonong gitu," kenang Ahok. Editor : Dian Sukmawati